TILKAM – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) digelar untuk menigkatkan interaksi, pengetahuan dan pengalaman serta pengamalan terhadap isi dan kandungan Al-Qur;an itu sendiri. Makanya mulai dari tingkat paling rendah sampai ke tingkat nasional bahan internalisional dilaksanakan MTQ dalam rangka memperlombakan membacanya, menghafal, menafsirkan dan mendakwahkan. Semua itu untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap Al-Qur’an, Al-Qur’an terbukti sudah memberikan kebaikan kepada diri manusia untuk dunia maupun akhirat kelak.
Semestinya tidak ada lagi keraguan bagi diri kita tentang Al-Qur’an itu sendiri. Orang yang paling bersih di dunia ini adalah umat Islam, karena umat Islam kehidupannya dihiasi dengan membaca Al-Quran. Jangan ada lagi keraguan dalam diri kita untuk menyemarakkan membaca Al-Qur’an mulai dari keluarga, nagari, kecamatan, kabupaten dan provinsi. Aalagi kita orang Minangkkabau memiliki falsafat Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yng dicetuskan dalam Perda Provinsi Sumatera Barat.
Demikian disampaikan Gubenur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, SH dalam sambutannya saat membuka MTQ Nasioal ke-41 tingkat Kabupaten Agam, Selasa (2/7) di mimbar utama yang berlokasi di Popes Asy-Syarif Sidang Koto Lawe, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang.
“Pada kesempatan ii saya mengajak kita semua, dengan telah lahirya Perda yang mengatur tentang ABS-SBK bagaimana ke depannya lagi kita secara bersama-sama mengimplementasikan falsafah tersebut dalam kesehaian masyarakat Sumatera Barat. MTQ merupakansalah satu momen utuk mempermantap dan meguatkan akan falsafah kita orang Minangkabau.
Khusus utuk Kabupaten Agam saat ini sudah ratusan rumah tahfidz berdiri dan beroperasi di Agam. Sudah banyak penghafal Al-Quran lahir di Kabuaten Agam, bahkansudah banya yang hafal 30 juz. Ke depan kita berharap setiiap masjid dan surau di Sumatera Barat aka diimami oleh para penghafal Al-Qur’an. Sehingga masjid dan surau akan semakin imarah. Hal itu juga akan memotivasi jamaah meramaika ruma ibadah.
Sekarang perhatian perantau semakin tiggi utuk membangun negerinya. Berdasarkan keyataan yang kita lihat dan alami, perantau Minang di perantauan banyak yang menjadi pengurus masjid dan tempat kegiatan keagamaan,”ungkap Gubernur.
Ditambahkan Mahyeldi yang juga putra asli daerah Tilatang Kamang itu, Sumatera Barat berdasarkan informas dari BNP saat ini berada pada level mengkhawatirkan akibat pengaruh narkoba.
Di akhir sambutannya gubenur menyamaian, bagi kecamatan yang nantiya berhasil menjadi juara umum akan diberi bonus khusus Rp 25 juta sebagai motivasi. Dan qari/qariah Sumatera Barat yang nantiya mampu mejadi juara 1 tahfidz 30 juz dan juara 1 tilawah MTQ Nasional akan diberi reward khusus utuk menunaikan ibadah haji, biaya hidup serta rumah tempat tiggal.
Sebelumya Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman,MM menyampaikan, pada MTQ Nasional ke-39 Sumatera Barat di Solok Selatan berada pada peringkat 3, dan naik dua tingkat dari MTQ sebelumya yang berlangsug di Padangpanjang. Mudah-mudahan pada MTQ ke-41 tingkat Sumbar nanti Agam bisa menempati posisi juara umum di Sumbar.
“Mudah-mudahan melalui MTQ ke-41 ini akan lahir para qari/qariah handal sebagai wakil Kabupaten Agam pada MTQ Sumbar mndatang,’pintanya.
Sementara itu ketua pelaksana MTQ tingkat Kabupaten Agam, Mhd Noviardi Ismail dalam laporannya menyampaikan, sebanyak 810 qari da qariah utusan 16 keamatan di Agam akan berlomba mejadi yang terbaik pada cabang ag diikuti.
“Utuk kelancaran pelaksanaan MTQ panitia pelaksana kecamatan sudah mencarikan 36 rumah tempat pemondokan bagi kafilah da dewan hakim. Selain itu juga sudah dipilih dan ditetapkan masjid/mushalla dan sekolah/madrasah tempat kegiatan dari 17 cabang yng dilombakan. Masjid, mushala, sekolah dan rumah pemondokan tersebar di tiga nagari yang ada di Tilatag Kamang, yaitu nagari Koto Tangah, Gadut dan Kapau.
Telaksananya MTQ ii berkat dukungan dari masyaakat dan perantau serta partisipasi dari masyarakat serta kerja keras panitia pelaksana yng sudah bekerja ekstra siang dan malam. Sementara sumber dari berasal dari APBD Agam melalui Bagian Kesejahteraan (Kesra) serta sumbangan dari donatur dan pihak lain yang tidak mengikat,”sebut camat.
Pembukaan MTQ Nasional ke-41 tingkat Kabupaten Agam ditandai dengan pemukulan beduk oleh Gubenur Sumbar, Bupati Agam, Kanwil Kemenag, Kakan Kemenag Agam, Ketua LPTQ Agam, dan wakil ketua DPRD Agam. (Maswir),
Teks Foto :
PUKUL BEDUK : Gubernur Sumbar, bupati Agam, Kanwil Kemenag, Kakan Kemenag dan wakil ketua DPRD Agam memukul beduk secara serentak pertanda dibukanya MTQ Nasional ke-41 tingkat Kabupaten Agam, Selasa (2/7) di Tilatang Kamang. (Maswir Chaniago).NTQ












