PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan tantangan sekaligus apresiasi tinggi saat menerima bantuan 10.000 zak semen dari SIG Group di Istana Gubernur, Kamis (8/1/2026).
Di tengah duka bencana, Mahyeldi menegaskan bahwa peran PT Semen Padang sangat krusial mengingat kebutuhan anggaran untuk membangun kembali infrastruktur Sumbar mencapai angka fantastis, yakni Rp22 triliun. Ia berharap perusahaan plat merah ini menjadi aktor utama dalam mewujudkan konsep Green Province saat masa rekonstruksi nanti.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menyebut bahwa PT Semen Padang adalah institusi yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Sumatera Barat. Kehadiran bantuan ini dinilai bukan sekadar sumbangan material, melainkan suntikan optimisme bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan pasca-banjir bandang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran SIG dan PT Semen Padang. Perusahaan ini begitu melekat dalam setiap seluk-beluk kehidupan masyarakat Sumbar,” ujar Mahyeldi dengan tegas di hadapan jajaran direksi SIG Group.
Gubernur yang akrab disapa Buya ini mengungkapkan bahwa kerugian infrastruktur di Sumatera Barat sangat masif. Dari total usulan anggaran sebesar Rp22 triliun kepada pemerintah pusat, sekitar 80 persennya dialokasikan khusus untuk perbaikan infrastruktur fisik yang membutuhkan material semen dalam jumlah besar.
Mahyeldi berharap PT Semen Padang dapat mengambil peran maksimal sebagai tuan rumah di wilayah sendiri. Ia tidak ingin rekonstruksi dilakukan secara asal-asalan, melainkan harus sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Provinsi.
Salah satu poin penting yang ditekankan Mahyeldi adalah penggunaan green cement atau semen ramah lingkungan produk PT Semen Padang. Hal ini dinilai sangat relevan dengan komitmen Sumatera Barat menuju Green Province untuk meminimalisir dampak kerusakan lingkungan di masa depan.
“Peran PT Semen Padang sangat berarti. Kehadirannya hari ini membangun optimisme bahwa Sumatera Barat mampu pulih lebih cepat dengan produk yang juga mendukung kelestarian lingkungan,” tambah Mahyeldi.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan yang tidak berhenti pada pemberian bantuan saat ini saja. Ia mendorong adanya kerja sama strategis antara industri dan pemerintah dalam memastikan ketersediaan material konstruksi selama masa rehabilitasi panjang berlangsung.
Apresiasi Mahyeldi ini menjadi penutup yang manis sekaligus pengingat bagi sektor industri untuk terus berkontribusi bagi daerah. Dukungan nyata dari PT Semen Padang dan SIG Group diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pihak lain untuk ikut serta dalam gerakan “Sumbar Bangkit”. (*)












