BATUSANGKAR – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) di Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, tidak hanya sebatas program seremonial. Di Jorong Kandang Diguguak, para mahasiswa terjun langsung mendampingi Kelompok Bermain / KB Generasi Emas, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang lahir dari kepedulian seorang ibu warga setempat yaitu Ibu Ramadanis Fitri.
KB Generasi Emas berdiri atas dasar keprihatinan sang pendiri yang kerap menyaksikan anak-anak usia dini ditinggal atau bahkan diajak orang tuanya ke ladang. Padahal, sebagian dari mereka telah memasuki usia yang seharusnya mendapatkan pendidikan formal di Pendidikan Anak Usia Dini / PAUD. Melihat kondisi tersebut, sang ibu berinisiatif membuka ruang belajar sederhana di rumahnya agar anak-anak tetap mendapatkan stimulasi pendidikan dan pengasuhan sejak dini.
Terobosan Pembelajaran: Dari Belajar Kaku ke Bermain Kreatif
Selama ini operasional KB Generasi Emas berjalan secara mandiri dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Jumlah anak yang aktif mengikuti kegiatan pun masih sedikit, tercatat sebanyak 6 orang anak.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNP menghadirkan terobosan baru dalam metode pembelajaran. Tidak lagi terpaku pada kegiatan konvensional, mahasiswa merancang aktivitas “bermain sambil belajar” yang fokus pada stimulasi motorik halus anak.
Beberapa media pembelajaran baru yang diperkenalkan antara lain mewarnai dan menempel mozaik.
Selain itu, mahasiswa juga membantu proses pengajaran harian, dan mendampingi anak-anak agar lebih antusias dalam belajar.
Harapan untuk Keberlanjutan
Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat meringankan beban sang pendiri sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di KB Generasi Emas.
“Anak-anak di sini sangat antusias. Dengan media sederhana seperti mewarnai dan mozaik, mereka jadi lebih fokus dan senang belajar. Kami ingin menanamkan bahwa belajar itu menyenangkan,” ujar salah satu mahasiswa KKN UNP 2026.
Ke depan, sang pendiri dan para mahasiswa berharap KB Generasi Emas dapat terus berjalan dan berkembang. Oleh karena itu, tim KKN UNP membuka pintu kolaborasi bagi para dermawan, lembaga, instansi pemerintah, maupun perantau asal Nagari Koto Laweh yang ingin memberikan dukungan berupa donasi buku, alat tulis, mainan edukatif, maupun bantuan lainnya demi keberlangsungan pendidikan anak usia dini di Jorong Kandang Diguguak.
Dengan semangat gotong royong, diharapkan tidak ada lagi anak usia dini yang tertinggal dari haknya untuk belajar dan bermain.
Secara khusus, kegiatan ini memberikan kontribusi pada 3 poin SDGs, yaitu pendidikan berkualitas, mengurangi kesenjangan dan kota serta permukiman yang berkelanjutan
Keberadaan KB Generasi Emas di tingkat jorong merupakan bentuk penguatan komunitas lokal dalam menyediakan layanan dasar pendidikan. Pendampingan ini mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang inklusif, aman, dan berketahanan, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mencerdaskan generasi penerus.
Pendampingan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Melalui inovasi sederhana di bidang pendidikan, diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nagari Koto Laweh.
“Kami meyakini bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil. Melalui pendidikan dan kepedulian sejak usia dini, anak-anak di Jorong Kandang Diguguak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter,” tutup salah satu mahasiswa. (r)












