SIMPANG AMPEK – Memasuki hari keenam pencarian korban hanyut akibat air bah di Batang Pasaman, tim SAR gabungan masih terus berupaya maksimal. Dua perahu karet dikerahkan, ditambah tim penyisir di darat untuk mencari satu korban yang hingga kini belum ditemukan.
Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, Rabu (20/8) mengatakan, area pencarian sudah diperluas hingga ke bagian muara sungai. Hal itu dilakukan karena korban diduga bisa terbawa arus deras hingga jauh dari lokasi awal kejadian.
Selain perahu karet, tim SAR gabungan juga menambah satu unit perahu bermesin tempel. Penambahan armada ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian di aliran sungai yang deras serta wilayah muara yang cukup luas.
Di sisi darat, jumlah personel penyisiran juga ditambah. Mereka fokus mendeteksi kemungkinan korban terjebak di pinggir aliran sungai, tumpukan kayu, maupun timbunan pasir. Penyisiran dilakukan menggunakan peralatan manual untuk menjangkau titik-titik sulit.
Meski sudah berhari-hari, hingga pencarian hari ke enam korban yang dinyatakan hilang sejak Kamis sore di daerah Tombang masih belum ditemukan. Sebelumnya, Minggu (17/8) Aldi (25) warga limau puruik, Kecamatan Kinali ditemukan dibawah tumpukan kayu dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban Eman (35) warga Rao sampai saat ini belum di temukan. sebelumnya mereka terseret arus deras Sungai Batang Pasaman saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut,” katanya
Novi menjelaskan, medan pencarian tidaklah mudah. Petugas harus ekstra hati-hati karena kondisi debit air sering berubah-ubah, ditambah curah hujan yang masih tinggi. Hal ini menjadi tantangan besar bagi tim SAR di lapangan.
Untuk memaksimalkan upaya, satu unit drone termal juga dioperasikan. Drone ini digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban di permukaan sungai, terutama di area dengan tumpukan material banjir berupa kayu dan batuan besar.
Menurut Novi, panjangnya aliran Sungai Batang Pasaman menjadi kendala utama.
“Sungai ini berarus deras dan panjang sekali. Karena itu, area pencarian pun kami perluas hingga ke muara,” jelasnya.
Hingga kini, koordinasi lintas instansi terus dilakukan. Tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat sekitar yang turut membantu proses pencarian.
Semangat para petugas tidak surut meski kondisi lapangan penuh tantangan. Mereka bekerja bergantian, siang dan malam, dengan harapan korban segera ditemukan.
“Kami berharap korban bisa segera ditemukan agar keluarga tidak lagi menunggu dalam kecemasan, pencarian akan terus dilanjutkan sampai korban berhasil ditemukan,” katanya
Dengan area pencarian yang semakin luas, tim SAR berkomitmen memaksimalkan seluruh potensi. Doa dan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pencarian berjalan lancar dan korban bisa segera dipulangkan kepada keluarga.
Sampai berita ini di turunkan, belum ada tanda-tanda korban di temukan dan tim SAR, TNI, Polri bersama masyarakat terus menelusuri sungai untuk melakukan pencaharian. (fat)












