Kemenag Padang Panjang Antarkan Bantuan bagi Korban Gempa Pasbar

SIMPANG AMPEK – Kakankemenag Kota Padang Panjang H. Alizar Chan Dt. Sindo Nan Tongga bersama sejumlah pejabat lingkup kemenag setempat dan sejumlah staf mengantarkan bantuan bagi korban gempa Pasaman Barat, Selasa (15/3). Bantuan diserahkan kepada Kemenag Pasbar, untuk kemudian disalurkan kepada para korban.
Bantuan berupa uang tunai Rp8 juta, pakaian layak pakai dan sembako itu diserahkan Alizar Chan secara simbolis kepada Kakankemenag Pasbar H. Muhammad Nur di kantor kemenag setempat.
“Kami turut berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa yang menimpa dunsanak kami di Pasaman Barat. Semoga dunsanak kami semua Allah berikan kesabaran, semoga kondisi segera membaik,” ucap Alizar.
Guna meringankan beban para korban, Kemenag Padang Panjang dan jajaran mengumpulkan donasi. Dan hari ini donasi tersebut diantar langsung ke Pasbar. “Meski jumlahnya tak seberapa, semoga bisa meringankan beban saudara kami di sini,” lanjut Alizar.
Kakankemenag Pasbar H. Muhammad Nur mengucapkan terimakasih atas kepedulian yang ditunjukan keluarga besar Kemenag Padang Panjang. Ia berjanji akan menyalurkan bantuan itu kepada para korban.
“Awalnya air mata kami jatuh ke dahi, kini sudah jatuh ke pipi. Terimakasih atas kepedulian kawan-kawan dari Padang Panjang, semoga Allah membalas kebaikan ini dengan pahala berlipat ganda,” ucapnya.
Ia menuturkan, ada 234 orang keluarga besar Kemenag Pasbar yang mengungsi ke halaman kantor kemenag setempat.  Gempa dahsyat itu juga merusak sekitar 18 masjid/mushala, sejumlah sekolah di jajaran kemenag dan rumah milik pegawai dan keluarga.
“Sampai saat ini masjid/mushala yang rata dengan tanah ataupun rusak berat, belum bisa dibangun kembali. Masih harus ada kajian dulu tentang lokasi rumah ibadah itu, apakah aman dibangun kembali atau tidak,” katanya.
Namun pihaknya sudah mengerahkan aparatur kemenag, termasuk para penyuluh honorer untuk bergotong royong bersama masyarakat membersihkan puing-puing masjid/mushala yang rubuh. Untuk sementara kegiatan ibadah dilaksanakan di tempat terbuka, dibawah tenda pengungsian dan masjid lain yang tidak mengalami kerusakan. (Jas)