Kampanye Safety Riding PT Semen Padang, Jasa Raharja Sumbar Catat Santunan Kecelakaan Naik 11 Persen

PADANG – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat berdampak langsung pada beban pembiayaan santunan korban. Kepala Subbagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja Kanwil Sumbar, Dwi Aprianto, mengungkapkan data yang cukup mengkhawatirkan sepanjang tahun 2025. Nilai santunan yang disalurkan mengalami peningkatan signifikan sebesar 11,04 persen, atau jika dirupiahkan mencapai angka sekitar Rp7,7 miliar.

Dwi menjelaskan bahwa kenaikan total santunan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni frekuensi kecelakaan dan tingkat fatalitas. Frekuensi kejadian kecelakaan tercatat naik sebesar 2,63 persen, sementara angka kecelakaan yang berujung pada kematian atau korban meninggal dunia naik sebesar 3,57 persen. Data ini menunjukkan bahwa risiko di jalan raya Sumatera Barat semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam kampanye Safety Riding PT Semen Padang, Jasa Raharja menekankan bahwa angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan nyawa manusia yang hilang atau menderita cacat tetap. Setiap rupiah yang dikeluarkan sebagai santunan mencerminkan adanya tragedi dalam sebuah keluarga. Oleh karena itu, edukasi mengenai perubahan perilaku berkendara menjadi langkah preventif yang paling mendesak untuk dilakukan sekarang.

Baca Juga  Satpol PP Padang Mengamankan 21 Wanita dan 6 Pasangan Ilegal

Dwi mengapresiasi PT Semen Padang yang memfasilitasi pertemuan antara pemangku kepentingan untuk membahas isu keselamatan ini. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat efektif untuk menyadarkan masyarakat bahwa kecelakaan memiliki dampak finansial dan sosial yang luar biasa bagi keluarga korban. Penurunan angka kecelakaan akan sangat bergantung pada seberapa efektif program edukasi diserap oleh masyarakat.

Jasa Raharja berkomitmen untuk terus mendukung program-program pencegahan kecelakaan di wilayah Sumatera Barat. Dwi menyebutkan bahwa sinergi antara kepolisian, operator transportasi, dan dunia usaha seperti PT Semen Padang harus terus diperkuat. Perubahan perilaku berkendara tidak bisa terjadi secara instan, namun harus dimulai dari pemahaman risiko yang disampaikan secara konsisten.

Pemaparan data ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para karyawan dan pelajar yang hadir tentang betapa mahalnya harga sebuah kelalaian. Kehilangan anggota keluarga produktif akibat kecelakaan seringkali menyebabkan sebuah keluarga jatuh ke dalam kesulitan ekonomi jangka panjang. Hal inilah yang ingin dicegah oleh Jasa Raharja melalui berbagai kampanye keselamatan bersama mitra kerja.

Baca Juga  Targetkan 5 Emas, FKKSPG Kirim 15 Atlet Binaan ke PON Papua

Dwi juga mengingatkan pentingnya aspek legalitas berkendara, seperti kepemilikan SIM dan pembayaran pajak kendaraan yang sah, karena berkaitan erat dengan hak perlindungan santunan. Masyarakat perlu memahami bahwa jaminan perlindungan dari Jasa Raharja berasal dari sumbangan wajib yang dibayarkan saat melakukan registrasi kendaraan. Kesadaran administrasi juga menjadi bagian dari budaya tertib berlalu lintas.

Melalui partisipasinya dalam kegiatan PT Semen Padang ini, Jasa Raharja berharap angka klaim santunan di tahun-tahun mendatang dapat menurun. Target utamanya bukanlah efisiensi biaya, melainkan keselamatan masyarakat yang lebih terjamin. Dwi menutup penyampaiannya dengan ajakan kepada peserta untuk selalu mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan utama saat berada di jalan raya. (*)