Riau  

Jembatan Sei Rokan Ditutup Total Mulai 2 Mei, Pemprov Riau Mulai Perbaikan Besar

ROKAN HULU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKP) akan memulai perbaikan besar-besaran terhadap Jembatan Sei Rokan di Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, pada bulan Mei ini.

Akibat proses perbaikan tersebut, seluruh akses kendaraan bermotor dan pejalan kaki di Jembatan Sei Rokan Kiri yang berada di ruas jalan provinsi Tandun-Pasirpengaraian akan ditutup total mulai 2 Mei 2025.

Pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif sebagai pengganti selama perbaikan berlangsung.

Kepala Dinas Perhubungan Riau, Andi Yanto, menjelaskan bahwa perbaikan jembatan ini merupakan prioritas mengingat kerusakan yang terjadi sejak 23 November 2024 lalu.

Baca Juga  Direktur PT Dwipayana Semesta Dieksekusi, Terbukti Korupsi Proyek Fiktif Rp2,2 Miliar

Jembatan dilaporkan mengalami kemiringan yang cukup membahayakan.

“Sehubungan dengan dimulainya perbaikan oleh Dinas PUPRPKP Riau, maka jembatan penghubung Ujung Batu-Pasirpengaraian resmi ditutup total sejak 2 Mei. Proses perbaikan diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan,” ujar Andi Yanto, Jumat (2/5/2025).

Selama masa pengerjaan, semua jenis kendaraan, baik roda dua, empat, hingga roda enam atau lebih, serta pejalan kaki, dilarang melintasi jembatan tersebut.

“Kami imbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Provinsi Riau, Teza Darsa, menjelaskan secara teknis bahwa fokus perbaikan akan dilakukan pada pilar 3 arah Pasirpengaraian, terutama pada bagian blok dan lantai jembatan yang mengalami penurunan.

Baca Juga  Gubernur Abdul Wahid Genjot Perbaikan Jalan di Rohil dan Rohul

“Perkuatan struktur akan dilakukan dengan pemasangan pipa panjang baja dan sheet pile baja. Total anggaran yang disiapkan untuk perbaikan ini mencapai Rp3,32 miliar, yang bersumber dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025,” jelas Teza.

Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan jembatan vital penghubung antarwilayah ini bisa kembali berfungsi normal dan lebih aman bagi masyarakat.(*)