Sawahlunto – Kemajuan suatu kota tidak terlepas dari kondisi infrastruktur jalan yang baik. Jalan yang mulus tidak hanya menekan biaya transportasi, tetapi juga membuat kota terlihat indah, bersih, serta mampu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Sebagai kota warisan budaya dunia UNESCO, idealnya tidak ada ruas jalan yang berlubang dan membahayakan pengguna jalan di Sawahlunto. Namun, kenyataannya, ruas Jalan Provinsi sepanjang lebih kurang 7 km dari Karang Anyar hingga Lubang Panjang kini dalam kondisi rusak parah.
Kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung menahun. Selain berlubang, jalannya juga bergelombang dan terbelah di sejumlah titik, di antaranya depan Mapolres, Kelok Macan, sekitar Kantor Desa Santur, Perumahan Empat, depan KUA Barangin, Pasar Baru, Waringin Lubang Panjang hingga menjelang Kantor Balai Kota Sawahlunto, Melok Cendol, serta Kelok Sago Burju.
Asisten II Bidang Pembangunan Setdako Sawahlunto, Eva Rimsyah, saat dikonfirmasi Topsatu Jumat (10/8) menyebutkan, perbaikan jalan provinsi tersebut akan dilaksanakan tahun ini dengan anggaran sebesar Rp8.754.755.500 yang bersumber dari PAD Provinsi Sumatera Barat melalui APBD 2025. Pekerjaan ini berdasarkan kontrak bernomor 620/05.1/P.038-BM/KTR/VI/2025 tertanggal 5 Juli 2025, dengan masa pengerjaan 180 hari kalender.
“Namun, pengerjaan penuh baru dimulai setelah pelaksanaan seminar kota warisan dunia UNESCO yang akan dihadiri delegasi dari 40 negara pada akhir Agustus mendatang,” jelas Eva.
Sementara itu, ruas jalan kota yang selama ini juga rusak parah, yakni Simpang PUPR – Kandi, kini sudah mulus. Begitu juga dengan ruas Simpang Taman Makam Pahlawan Kubang Sirakuk – Kelok 16. Perbaikan tersebut termasuk dalam program 100 hari kerja Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, bersama Wakil Wali Kota Jefrri. (sbd)












