JAKARTA – Enam bulan pasca peluncuran, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) mencatatkan pencapaian luar biasa. Berbasis Kecerdasan Artifisial (AI), sistem ini berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliar ancaman berupa panggilan, pesan, dan tautan berbahaya yang berisiko merugikan pengguna.
Dalam upaya menciptakan ekosistem digital yang aman, Indosat berkolaborasi dengan mitra strategis Tanla melalui platform Wisely AI. Teknologi ini dirancang untuk memberikan perlindungan proaktif, menyaring ancaman sebelum sampai ke tangan pelanggan dengan tingkat akurasi mencapai 99%.
Data internal menunjukkan modus penipuan yang paling sering diblokir meliputi:
* Phishing (pencurian data pribadi)
* Penipuan OTP (One-Time Password)
* Undian Palsu melalui SMS dan telepon.
Ancaman ini tercatat meningkat tajam pada momen krusial seperti menjelang hari raya, musim belanja online (harbolnas), dan periode pencairan bantuan sosial.
Kehadiran fitur ini bukan sekadar inovasi teknis, melainkan solusi ekonomi. Indosat berhasil membantu pelanggan menghindari potensi kerugian finansial sebesar US$ 500 juta (sekitar Rp7,8 triliun). Manfaat ini sangat dirasakan oleh kelompok rentan seperti lansia, pelaku UMKM, dan masyarakat di wilayah dengan tingkat kerawanan siber tinggi.
Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, memberikan apresiasinya:
“Ini adalah contoh nyata pemanfaatan AI yang tepat guna bagi perlindungan konsumen. Kami mendorong industri untuk mengikuti langkah Indosat demi ekosistem digital Indonesia yang lebih aman.”
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Indosat memperkenalkan pembaruan pada layanan SATSPAM untuk pengguna IM3 dan TRI AI untuk pengguna Tri. Pelanggan kini dapat menikmati fitur perlindungan yang lebih cerdas:
* Auto-Blokir: Pemblokiran otomatis untuk SMS penipuan.
* Deteksi VoIP: Mengenali panggilan berisiko tinggi berbasis internet.
* Identifikasi Visual: Notifikasi pop-up dengan kode warna berdasarkan tingkat risiko telepon.
* Ringkasan Aktivitas: Pantau aktivitas mencurigakan langsung melalui aplikasi myIM3 dan bima+.
* Integrasi Plus+: Perlindungan tambahan yang mudah diakses semua lapisan masyarakat.
Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa ponsel kini adalah nadi ekonomi masyarakat. “Dengan AI, kami menghadirkan perlindungan proaktif. Kami ingin pelanggan merasa aman dalam setiap aktivitas digital mereka,” ujarnya.
Senada dengan itu, Uday Reddy, Founder Chairman & CEO Tanla Platforms, menyatakan kebanggannya dapat membantu memberdayakan masa depan digital Indonesia melalui inovasi Wisely AI yang adaptif terhadap pola kejahatan baru.
Berdasarkan laporan State of Scams in Indonesia 2025, hampir 2/3 masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan. Data OJK bahkan mencatat total kerugian akibat penipuan mencapai Rp9,1 triliun dalam kurun waktu 14 bulan terakhir. Langkah Indosat ini menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik di ruang siber. (*)












