PADANG – Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Ilham Akbar, memaparkan konsep Program Nabuang Sarok yang digagas PT Semen Padang. Program ini mendorong pengelolaan sampah bernilai ekonomi serta mengurangi beban TPA.
Salah satu mekanisme yang diterapkan adalah melalui skema TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), seperti yang dijalankan oleh Koperasi Desa Merah Putih.
Dalam skema Nabuang Sarok, Bank Sampah berperan sebagai agen penerima. Sampah yang sudah dipilah dari rumah tangga disetor ke Bank Sampah, lalu dikirim ke PT Semen Padang dan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukar dengan hadiah melalui aplikasi Nabuang Sarok. Sampah-sampah tersebut digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Jenis sampah yang diterima antara lain kertas, daun, ranting, tekstil, plastik, dan minyak jelantah. Poin yang diberikan yakni 3 poin/kg untuk kertas, daun, dan ranting; 4 poin/kg untuk tekstil; 5 poin/kg untuk plastik; serta 6 poin/liter untuk minyak jelantah.
Ilham melanjutkan, pengelolaan sampah sebaiknya dimulai dari produsen sampah rumah tangga ataupun badan usaha atau di TPS3R, yang dimulai dari pemilahan sampah di tingkat produsen, pemisahan antara sampah organik dan anorganik, hingga pemanfaatannya.
“Sampah anorganik yang telah dicacah dapat digunakan oleh PT Semen Padang. Sementara sampah organik bisa dimanfaatkan oleh penggiat maggot. Maggot hasil budidaya ini bisa dipasarkan kepada pembudidaya ikan atau lembaga terkait,” jelasnya.
Ilham juga memaparkan, proses pengelolaan sampah baik organik maupun sampah anorganik dapat dimasukan ke dalam program Koperasi Desa Merah Putih yang akan di launching pada bulan Juli tahun 2025, sehingga permasalahan sampah yang ada di Kota Pariaman dapat diatasi dengan berkolaborasi dengan semua pihak, baik dengan badan usaha, pemerintah dan masyarakat.
Ia juga menyampaikan, PT Semen Padang berkomitmen mendukung Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran, khususnya dalam pencapaian target transisi energi dan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang sedang disiapkan adalah launching perluasan Program Nabuang Sarok ke Kota Pariaman pada Juli 2025. Program ini akan dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih dan lembaga masyarakat setempat.
Ilham berharap, pendekatan ini bisa menjadi model nasional dalam pengelolaan sampah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah dan mengelola limbah dengan bijak.
“Ini bukan sekadar CSR, tapi bentuk tanggung jawab moral dan lingkungan. Kami ingin menjadi bagian dari solusi, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” tutup Ilham. (*)












