Pasbar, Singgalang – Hari ke tiga pencarian korban, Rama (13), warga Jorong Pasar Lamo, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), belum ditemukan. Korban dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Batang Sikobo saat mandi bersama teman-temannya di pinggiran jembatan, Sabtu (3/1) sekitar pukul 18.30 WIB.
Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika korban bersama sejumlah rekannya bermain dan mandi di sekitar aliran sungai. Derasnya arus sungai diduga menjadi penyebab utama Rama terseret dan menghilang dari permukaan air.
Mengetahui kejadian itu, warga sekitar langsung melakukan upaya pencarian secara manual dengan menyusuri aliran sungai dan area sekitar jembatan. Namun hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.
Pada Senin (5/1), Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat bersama Basarnas kembali melanjutkan upaya pencarian korban dengan peralatan yang lebih lengkap. Tim juga telah melakukan berbagai upaya pencaharian dan hampir 15 km ke hilir sungai, namun belum membuahkan hasil.
TRC BPBD Pasbar, Kuria Sakti mengatakan bahwa tim gabungan menurunkan dua unit perahu rafting untuk menyisir aliran Sungai Sikerbau secara lebih luas dan intensif.
“Hari ini kami menurunkan dua buah perahu rafting milik BPBD dan Basarnas untuk menelusuri aliran Sungai Batang Sikabau hingga ke wilayah Tareh, namun korban masih belum ditemukan,” ujar Kuria Sakti.
Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan membagi tim ke beberapa sektor, mulai dari titik awal korban diduga hanyut hingga beberapa kilometer ke hilir sungai. Menurut Kuria, sejak kejadian hingga malam hari, masyarakat setempat juga terus berjibaku melakukan pencarian secara swadaya, meski kondisi arus sungai cukup deras dan menyulitkan.
“Keterlibatan masyarakat sangat membantu, namun hingga kini upaya pencarian tersebut belum membuahkan hasil,” katanya.
Terkait penyebab pasti hilangnya korban, Kuria Sakti menyebutkan pihaknya belum dapat memastikan apakah korban murni hanyut terbawa arus atau kemungkinan lain.
“Kami belum bisa memastikan apakah korban diterkam buaya atau hanyut. Yang jelas, hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” ujarnya.
Pihak BPBD Pasaman Barat mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar lebih berhati-hati dan menghindari aktivitas mandi atau bermain di sungai, terutama saat kondisi arus sedang deras, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Arafat)












