Padang  

DPRD Tolak Kehadiran Sekda Beri Penjelasan Penas KTNA

Rapat Dengar Pendapat soal kegagalan Padang sebagai tuan rumah Penas KTNA batal digelar, Jumat (13/12) karena Wako dan Wawako tak hadir.(bambang)

PADANG – Buntut kegagalan Kota Padang menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-16 tahun 2020 mendatang masih berlanjut. DPRD Padang pada Jumat (13/12) mengundang Walikota Padang untuk menjelaskan hal tersebut. Namun Mahyeldi maupun Hendri Septa berhalangan hadir. Pemko hanya diwakili Sekretaris Daerah Amasrul dan sejumlah kepala OPD.

Atas ketidakhadiran kepala daerah itu, dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Syafrial Kani, didampingi Wakil Ketua Arnedi Yarmen dan Amril Amin itu, anggota dewan pun meradang. Mereka menolak kehadiran Sekda mewakil Pemko. Dewan bersikeras wako atau wawako harus hadir langsung memberi keterangan.

“Ini rapat penting, kalau walikota atau wakil walikota tidak hadir, saya minta rapat dibatalkan atau saya akan walk out dari ruangan ini,” kata anggota Fraksi Gerindra Budi Syahrial, sembari berdiri dan melangkah keluar. Namun belum sempat keluar, anggota dewan lainnya menahan agar bersabar sebentar.

Lalu, anggota Golkar Jumadi menyatakan persiapan sebagai tuan rumah sudah sejak dua tahun. Perlu penjelasan walikota atau minimal wakil walikota secara langsung.

“Bukan kita tidak mengahrgai kehadiran Sekda, tapi dalam hal ini hendaknya langsung wako atau wawako. kalau tidak, sebaiknya dibatalkan saja,” kata anggota DPRD yang sudah tiga periode itu.

Pun demikian dengan Elly Thrisyanti dari Fraksi Gerindra. Kegagalan Padang sebagai tuan rumah bukan persoalan kecil. “Ini adalah harga diri Padang. Kalau wako tak datang sebaiknya diundur saja,” kata mantan Ketua DPRD Padang periode lalu ini. (bambang)