PARIKMALINTANG – Wajah-wajah duka masih terlihat ketika Pengurus DPP PKDP pulang membantu para dunsanak yang terdampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman, dareah yang baru saja luluhlantak oleh bencana.
“Bantuan yang kami bagikan ini adalah dari PKDP se Indinesia, kecuali Pekanbaru,” kata Wakil Bendahara Umum DPP PKDP, Syahruddin, Rabu (3/11).
Dihadapan Bupati John Kenedy Azis dan Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Syahruddin menyampaikan, ada sepuluh ton beras yang mereka bawa untuk dibagikan kepada dunsana yang terdampak bencana.
Satu ton buat dunsana di Tiku, Kecamatan Tanjuang Mutiara dan dua ton di Kota Pariaman. Sedangkan tujuh ton lagi akan dibagikan di Padang Pariaman.
Syahruddin menyampaikan hal tersebut ketika menyerahkan secara simbolis bantuan PKDP se Indonesia, kecuali Pekanbaru yang mengantar sendiri bantuannya, kepada Bupati dan Wakil Bupati Pariaman, Rabu kemarin itu.
“Atas nama masyarakat, kami berterimakasih sekali kepada warga PKDP yang cukup peduli dengan masyarakat kampuang halaman,” ujar Bupati John Kenedy Azis.
Selain 10 ton beras, kata Sahruddin, yang turut didampingi Wakil Ketua PKDO Bidang Ranah, Asmadi Basyir, juga ada bantuan lainnya. Antara lain berupa minyak goreng, gula, mie instan dan telur.
Bantuan yang diterima Bupati John Kenedy Azis, dari siang hingga tadi malam, langsung dibagi-bagikan kepada masyarakat terdampak. Cukup banyak, namiun juga masih tidak sedikit warga yang belum mendapat bagian.
Kata Bupati JKA mengatakan, kepedulian perantau selalu menjadi energi besar bagi pemerintah daerah dalam menghadapi situasi sulit.
Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat dan bantuan nyata yang diberikan.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Padang Pariaman, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kepedulian perantau seperti PKDP dan GEMPAR selalu menjadi kekuatan moral bagi kami. Bantuan ini sangat berarti untuk meringankan beban saudara yang terdampak bencana,” ujar Bupati yang juga sebagai Ketua Umum DPP PKDP.
Bupati juga menyebutkan, hubungan ranah dan rantau adalah fondasi yang membuat Padang Pariaman selalu mampu bangkit dari setiap cobaan.
Menurutnya, para perantau tidak pernah absen memberikan uluran tangan kapan pun daerah membutuhkan.
“Solidaritas ranah dan rantau adalah kekuatan terbesar kita. Di setiap musibah, para perantau selalu hadir. Ini bukti bahwa ikatan emosional dan tanggung jawab bersama terhadap kampung halaman tetap terjaga dengan kuat,” tambahnya. (213)












