Digitalisasi Bank Nagari Jadikan Bisnis UMKM Makin Merekah, Menutup Kesempatan Berbuat Salah

BAYAR DENGAN QRIS - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Endang Kurnia Saputra, melakukan pembayaran dengan QRIS, pada salah seorang pemilik nasabah Bank Nagari Sicincin Padang Pariaman,Jumat (1/3/2024). (Hendri Nova)

Gusti menyebut, pertumbuhan dan kinerja UUS yang luar biasa ini menunjukkan bahwa bagaimana manajemen dan seluruh pegawai komit dan saling menguatkan untuk membesarkan dan mensinergikan kedua entitas bisnis ini.

Kemudian, untuk 2024 ini, Bank Nagari merencanakan pertumbuhan bisnis dengan resume asset diproyeksikan naik 8,26 persen atau Rp2,65 triliun menjadi Rp34,72 triliun. DPK diproyeksikan naik 8,67 persen atau Rp2,25 triliun menjadi Rp28,20 triliun. Selanjutnya, kredit/pembiayaan diproyeksikan naik 9,09 persen atau Rp2,18 triliun menjadi Rp26,22 triliun. Laba bersih diproyeksikan naik 3,29 persen atau Rp17,69 miliar menjadi Rp555,30 miliar.

Untuk mewujudkan target tersebut, telah disiapkan sejumlah kebijakan dan strategi yang menitikberatkan dan berfokus kepada penguatan dan implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya kerja ”IM STAR” sehingga mampu menjadi SDM yang inovatif, bermutu, sinergi, tangguh, amanah, dan religius untuk melakukan transformasi bisnis yang berkelanjutan.

Terus Berinovasi

Apa yang telah berhasil dicapai Bank Nagari saat ini, hendaknya jangan membuat Bank Nagari berpuas diri dulu. Semua karena kemajuan teknologi dan digitalisasi di berbagai bidang terus berkembang seiring waktu berjalan.

Perubahan yang terjadi kadang dalam hitungan detik, menuntut kepekaan dalam menyikapi dan menerapkannya. Terlambat sedikit, maka bisa ditinggalkan oleh kompetitor.

Sudah saatnya Bank Nagari juga memikirkan untuk menghadirnya bank digital sendiri. Apalagi menurut laporan Kontan.co.id, emiten bank-bank digital berhasil menutup tahun 2023 dengan pertumbuhan laba yang naik signifikan.

Pilihan tentu ada di tangan Bank Nagari, apakah akan mengikuti perkembangan dahsyat dunia digital atau akan ditinggalkan. Walau bagaimanapun juga, perilaku nasabah zaman sekarang memang menuntut kepraktisan. Dan kepraktisan hanya bisa diwujudkan dengan cepat dengan modernisasi fasilitas digital yang dimiliki.

Jika Bank Nagari sukses melakukan digitalisasi pada semua layanan bisnisnya, tentu makin banyak pelayanan dan keuntungan yang bisa diraih. Tak hanya UMKM yang akan maju, tentu juga mitra-mitra kakap. Selain itu, kejahatan di dunia nyata akan dapat diminimalisir, seperti pengedar uang palsu, karena kesempatannya sudah ditutup rapat. (*)