Daya Tampung Rumah Sakit di Sumbar Mencukupi untuk Pasien Covid-19

  • Whatsapp
Gubernur Irwan Prayitno

PADANG  – Daya tampung rumah sakit di Sumatera Barat masih mencukupi untuk menampung pasien positif Covid-19 yang jumlahnya terus meningkat setiap hari.

“Kita siapkan sekitar 800 tempat tidur untuk menangani pasien positif Covid-19. Sekarang secara matematis tingkat keterisian sekitar 39,3 persen,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Sabtu (26/9).

Bacaan Lainnya

Ia menyebut jumlah tempat tidur yang disiapkan itu berasal dari seluruh rumah sakit di Sumbar, baik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), swasta, maupun rujukan Covid-19.

Khusus untuk RSUP M. Djamil Padang yang merupakan RS rujukan Covid-19, saat ini diarahkan hanya menerima pasien dengan gejala berat. Pasien dengan gejala sedang diarahkan pada RS rujukan Covid-19 lainnya, seperti RS Rasyidin Padang dan RS Unand, serta RS lain yang memiliki fasilitas mencukupi, termasuk RS swasta.

Pasien dengan gejala ringan bisa di RSUD di masing-masing daerah, sedangkan positif tanpa gejala melakukan isolasi mandiri atau di fasilitas yang disiapkan pemerintah.

“Kendala itu untuk pasien dengan gejala berat karena butuh ventilator. Alat itu jumlahnya saat ini terbatas. Kita tengah berupaya menambah dengan bantuan dari pusat,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar menginformasikan hingga Jumat (25/9) total warga Sumbar yang terpapar Covid-19 sebanyak 5.358 orang. Angka itu akumulasi dari kasus pertama yang ditemukan di Bukittingi pada Maret 2020.

Pasien yang saat ini masih dinyatakan positif berjumlah 2.532 orang dengan rincian dirawat di berbagai RS 315 orang, isolasi mandiri 1.978 orang, isolasi daerah 132 orang, isolasi BPSDM 46 orang, dan isolasi PPSDM 61 orang.

Sebanyak 2.722 orang telah dinyatakan sembuh dan tidak lagi positif Covid-19 dan 104 orang meninggal dunia.

Meski secara kapasitas RS masih memadai untuk menampung pasien Covid-19, Irwan mengimbau masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan Covid-19supaya penyebaran virus corona jenis baru itu bisa melandai. (ant/mat)

Pos terkait