Dari Paralon Bekas, Tercipta Karya Seni

oleh
Erick dengan teliti menyelesaikan lampion pesanan pelanggannya di Rumah Seni Ajor Art Pipa Bekas di kawasan Ulak Karang belum lama ini. (givo alputra)

PADANG – Peluang usaha bisa muncul dari mana saja. Tak harus barang baru, barang-barang bekas tak berguna pun bisa menjadi barang yang berguna dan menghasilkan uang.

Contohnya Erick, pemilik Ajor Art Rumah Seni yang beralamat di Ulak Karang, Padang. Ia termotivasi membuat kerajinan pernak-pernik hingga properti rumah tangga dari pipa paralon bekas. Harga jualnya pun mencapai jutaan rupiah.

Erick dengan nama lengkap Apri Martin ini termotivasi meciptakan karya seni dari pipa paralon bekas. Karya seni berupa neon box, lampu hias, tas, asbak, bingkai foto dan lain lain itu, ia mulai sejak 2013 lalu.

Sebelum menemukan pipa sebagai wadah karyanya, ia terlebih dahulu mengukir tulang dan tanduk sebagai kerajinannya.
Karena kesulitan mencari tulang dan tanduk yang harus dicari dipinggir pantai, ia-pun sempat frustasi. Akhirnya bapak satu anak ini menemukan pipa berukuran kecil disamping kontrakannya. Dari pipa paralon yang ia ukir itu, timbul pemikirannya bahwa pipa bekas bisa dijadikan karya seni.

“Setelah itu saya bekerja sama dengan pengepul sampah untuk menjual pipa hasil tangkapannya kepada saya,” tuturnnya saat ditemui Singgalang dikediamannya belum lama ini.

Tak tanggung-tanggung, sejak berkiprah, hasil karyanya tersebut telah dipasarkan hingga ke luar negeri seperti Jepang, Hongkong, Malaysia, Brunai Darussalam bahkan hingga Eropa.

“Sedangkan untuk di Indonesia, penjualannya sudah sampai ke Papua, Bali, Kalimantan, Semarang, Kalimantan, Jakarta, Bandung dan Pekanbaru, Medan, Jambi, Batam” ucap Erick.

Erik mengaku, dari hasil kerajinannya yang dijual antara Rp 80ribu sampai Rp 7,5 juta ini, ia bisa meraup omzet sekitar Rp 10 juta sebulan.

“Kalau yang paling murah itu seperti kotak rokok dan kotak korek. Untuk yang paling mahal meja satu set,”imbuhnya. (givo)

Loading...