Cuaca Riau Cerah Berawan, 17 Titik Panas Terdeteksi

PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Senin, 26 Mei 2025, secara umum cukup kondusif.

Cuaca cerah hingga cerah berawan mendominasi sejak pagi hingga siang hari.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Moh Ibnu Amiruddin, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hilir.

“Secara umum kondisi cuaca cukup baik, namun masyarakat di wilayah yang berpotensi hujan tetap perlu waspada,” ujar Moh Ibnu.

Baca Juga  Hana Hanifah Kembali Penuhi Panggilan Polda Riau, Kasus SPPD Fiktif DPRD Riau Berlanjut

Memasuki dini hari, cuaca kembali diprakirakan cerah berawan hingga berawan.

Suhu udara di wilayah Riau berkisar antara 23–35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 53 – 97 persen.

Sementara arah angin dominan dari Barat hingga Utara dengan kecepatan 10–30 km/jam.

“Tidak ada peringatan dini terkait cuaca ekstrem untuk hari ini,” tambahnya.

Namun, di balik cuaca yang relatif tenang, BMKG juga mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada pukul 23.00 WIB.

Total terdapat 62 titik panas, dengan penyebaran terbanyak di Sumatera Barat (29 titik), disusul Riau (17 titik), Sumatera Utara (8 titik), Sumatera Selatan (7 titik), dan Jambi (1 titik).

Baca Juga  Darurat Narkoba! Kejari Pekanbaru Catat Rekor Vonis Mati dan Seumur Hidup

Di Provinsi Riau, titik panas terpantau tersebar di beberapa wilayah, yaitu Kampar (2 titik), Kota Dumai (2 titik), Kuantan Singingi (1 titik), Rokan Hilir (1 titik), dan dominan berada di Rokan Hulu dengan 11 titik.

BMKG mengingatkan masyarakat serta pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah yang memiliki sebaran hotspot cukup tinggi.

Langkah pencegahan dan mitigasi sejak dini dinilai penting agar tidak terjadi kebakaran yang dapat berdampak luas bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.(thohir)