Limapuluh Kota – Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, menjadi Inspektur Upacara (Irup) di SMAN 1 Suliki. Saat menjadi Irup itu, bupati mengatakan, bahwa pelajar harus memiliki kecerdasan dalam mencapai kesuksesan. Kecerdasan tersebut meliputi tiga hal diantaranya kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).
“Pesan saya kepada seluruh pelajar SMAN 1 Suliki dan kepada guru serta tenaga kependidikan, untuk tanamkan tiga kecerdasan tersebut dalam meraih cita-cita. Sehingga dapat bersaing secara kompetitif di zaman digital saat ini,” ujarnya, saat menyampaikan amanatnya dalam upacara, Senin (17/10).
Di hadapan ratusan siswa dan puluhan majelis guru itu, Bupati Safaruddin lebih lanjut mengatakan, bahwa di setiap kesempatannya menghadiri acara pendidikan, tak lupa ia mengajak untuk menyeimbangkan antara IQ, EQ dan SQ. Selanjutnya ia menjelaskan, tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Terutama kecerdasan intelektual, karena jika tidak memiliki intelektual yang bagus, pelajar-pelajar bangsa pun akan kalah bersaing dengan pelajar dari negara lain. “Namun kecerdasan tersebut harus diimbangi dengan kecerdasan emosional atau kemampuan merasa. Dan tanpa adanya kecerdasan spiritual atau kemampuan mendengar hati nurani yang terdalam, sulit untuk disebut sebagai makhluk intelektual,” tambahnay.
Dikatakan, pelajar juga harus pandai dalam mengelola diri sendiri dalam berinteraksi dengan guru, teman, keluarga dan orang lain di sekelilingnya. Bagaimana anak-anak diajarkan berkomunikasi, empati dan tenggang rasa. “Maka tanamkan kecerdasan emosional, menghargai dan menyayangi orang lain di mana pun dia berada. Ketika di masa depan jadi anak buah, dia akan bisa menghormati atasannya. Ketika jadi seorang atasan dia akan bisa mengayomi anak buahnya, karena kecerdasan emosional yang dia miliki,” jelas bupati.
Disamping itu, Bupati Safaruddin berharap kepada pelajar untuk lebih giat menuntut ilmu. Agar menghasilkan inovasi yang dapat bersaing di digitalisasi. “Saat ini kita berada di zaman yang serba canggih, era digitalisasi, teknologi, transformasi dan informasi yang sangat cepat. Sehingga segala sesuatu bisa di update setiap saat, hanya dengan gerakan jemari saja,” ulasnya.
Menurutnya, di era dahulunya, ilmu hanya didapat melalui buku tulis dan tidak merasakan dunia seperti sekarang, yang hanya dalam genggaman tangan atau bisa diakses dengan smartphone. Untuk itu, Bupati Safaruddin mengajak insan pendidikan harus mampu berlari kencang diera ini dan bijak menyikapi kemajuan teknologi. “Kalau kita tidak mampu menyikapi dan mengikuti kemajuan ini, maka kita akan terlindas oleh zaman serta akan tertinggal jauh dari orang lain,” pungkas Safaruddin. 207












