LUBUK BASUNG.
Keinginan bupati Agam Dr.Andri Warman MM untuk membangun kereta gantung (cable car) dan taman safari di Agam dibahas dengan pihak ketiga yang ahli dibidang itu. Pertemuan ini untuk memperlihatkan tekad Pemkab Agam untuk merealisasikan terwujudnya destinasi wisata fenomenal itu di Agam.
Sebagaimana yang dilansir Agam Media Centre (AMC) (2/8) diinformasikan bahwa pertemuan itu untuk mewujudkan keinginan bupati Andri Warman sebagaimana yang sering dilontarkan setelah menduduki jabatannya. Bupati didampingi Kadis Pariwisata Syatria bertemu dengan sejumlah profesional yang mungkin bisa diajak bekerja sama di Jakarta, pekan lalu.
Meraka adalah pemilik sekaligus Deputi Direktur Taman Safari Indonesia, Hans Manansang dan CEO of RajaMICE sekaligus Vice Chairman, Indonesia Tourism Industry Board (GIPI), Panca R Sarungu.
Mengutip AMC, Syatria menegaskan bahwa dalam pertemuan itu bupati menyampaikan ekspos tentang rencana membuat kereta gantung dan taman safari itu.
“Pada pertemuan bersama dua tokoh profesional itu, bupati mengekspos rencana pembangunan kereta gantung dan cable car, sekaligus merangkul keduanya menjadi investor,” ujarnya.
Kata berjawab gayung bersambut kata Syatria, kedua tokoh yang banyak membidani pembangunan taman safari dan cable car itu menaruh ketertarikan untuk mewujudkan rencana pengembangan destinasi wisata baru di Kabupaten Agam ini.
“Menurut keduanya, Kabupaten Agam berada di zona perlintas Riau dan Bukittinggi, sehingga prospek menjadi tujuan wisata terbilang tinggi,” kutip AMC
Setelah pertemuan ini kata Syatria, akan dilanjutkan dengan pembicaraan teknis dan survey lokasi. Keduanya akan mendalami secara teknis dan menggaet dukungan rekan investor lainnya.
Terkait pola kerjasama nantinya jelas Syatria, Bupati AWR mengisyaratkan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam sangat welcome dengan bentuk kerjasama yang akan dilakukan.
Pada intinya, bupati berharap pembangunan taman safari dan kereta gantung tidak hanya berimbas kepada sektor parwisata saja, akan tetapi juga memberi dampak kepada ekonomi masyarakat.
“Bagi Bupati AWR, multiplier effect pengembangan destinasi wisata ini nantinya berdampak kepada masyarakat, itu menjadi goal yang utama, bahkan bupati juga akan segera mendorong terwujudnya BUMD sebagai lembaga usaha terdepan daerah,” sebutnya.
Diketahui, rencana pembangunan taman safari ini lokusnya berada di Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang. Sedangkan lokus cable car menghubungkan Kecamatan Matur dan Tanjung Raya.
“Bupati berharap masyarakat juga turut mendukung rencana pengembangan destinasi wisata baru ini, khususnya masyarakat yang berada di lokus pembangunan,” ujarnya. (M.Khudri)












