Besok, Pekerja Bongkar Muat di Teluk Bayur Berhenti Kerja

oleh
Lima Asosiasi Pekerja Pelabuhan Teluk Bayur bereaksi, gelas aksi diam (tidak bekerja) Senin 8 Oktober. (foto: dok/alfi)
PADANG – Senin besok pekerja bongkar muat dan pelayaran serta logistik maupun angkutan pelabuhan sepakat  bereaksi lewat cara diam dan berhenti bekerja.
Para pekerja itu tergabung pada lima organisaai yang menjadi penyangga kegiatan di pelabuhan terbesar Sumatera bagian Barat yakni  Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Asosiasi Perusahaan Pelayaran (INSA), Asosiasi Logistik dan Forwardimg Indonesia (ALFI) dan Koperbam Pelabuhan Teluk Bayur dan Koperasi Angkutaan Barang Pelabuhan (Kopanbabel) Teluk Bayur.
Menurut tokoh sentral masyarakat pekerja di Pelabuhan Teluk Bayur HM Tauhid, aksi Senin (8/10) dilakukan sebagai ujud protes dan tersumbatnya penyelesaian suasana kerja di Pelabuhan Teluk Bayur.
“Bagi kami organisasi pekerja, kenyamanan dan masin tersisih mencari kehidupan di pelabuhan ulah aturan dibuat Pelindo,”ujar HM Tauhid usai rapat finishing aksi , Sabtu (6/10).
Menurut HM Tauhid, aksi dilakukan damai yakni diam tidak bekerja saja, tidak anarkis.
“Kami bereaksi atas regulasi yang tidak win-win solution bagi masyarakat  bekerja, Senin dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Pelabuhan Teluk Bayur Bangkit dan Malagak dilaksanakan Pelindo II Teluk Bayur,” ujarnya.
Menurut HM Tauhid aksi Senin adalah puncak kekecewaan masyarakat pekerja Teluk Bayur.
“Aksi Senin besok itu tidak serta merta, organisasi asosiasi sebelumnya sudah menempuh cara cara elegan untuk mengembalikan eksistensi asosiasi dan pekerja di Pelabuhan Teluk Bayur, tapi seperti tidak digubris, sehingga organisasi asosiasi mengambil sikap untuk aksi diam dan no aktifitas Senin,”ujar HM Tauhid
Kegilisahan ribuan pekerja yang bergantung kehidupan di Pelabuhan Teluk Bayur menurut HM Tauhid hampir 100 persen aktifitas kegiatan di pelabuhan diambil oleh Pelindo II Cabang Teluk Bayur.
“Dari 12 dermaga sembilan sudah dikuasai Pelindo, sisa tiga dermaga Pelindo masih ngotot untuk mengambil alih, lewat cara-cara menakuti pemilik barang dengan fasilitas dam cost tambahan kalau bukan Pelindo perusahaam bongkar muat, kondisi ini sudah berlangsung lama,”ujarnya.
Keluhan masyarakat pekerja di Pelabuhan Teluk Bayur itu sudah disampaikan ke pihak terkait.
“Mulai Menteri Perhubungan, Ombudsman bahkan ke Presiden RI Joko Widodo,”ujar Tauhid. (yuke)
Loading...