Profil  

Berkarir sebagai Staf Semen Padang, Inilah Sosok Afdal Yusra Salah Satu Legenda SPFC

Di luar SPFC, berbagai prestasi juga pernah diraih Afdal. Bahkan di tahun 1988, Afdal pernah dipanggil PSSI untuk mengikuti Piala Raja U-21 yang digelar di Bangkok, Thailand, kemudian mewakili Sumbar pada ajang PON XII di Jakarta pada tahun 1989, serta pernah dipanggil mengikuti seleksi PSSI Senior untuk Sea Games tahun 1993. Pada tahun 2000, Afdal pun mengakhiri karirnya sebagai pemain profesional SPFC.

“14 tahun saya di SPFC, dan setelah gantung sepatu, saya pun mencoba berkarir sebagai pelatih mulai tahun 2003 sampai 2008. Pada tahun 2003, saya pun menjadi pelatih PSP-U18 di tingkat Sumatera yang digelar di Palembang. Tahun 2006, sebagai pelatih Tim Sepakbola Unand dan meraih juara I. Kemudian tahun 2007, menukangi PS Semen Padang U-18 dan berhasil Juara I tingkat Sumbar. Tahun 2008, menjadi caretaker asisten pelatih PS Semen Padang,” bebernya.

SPFC, kata Afdal, tidak hanya sebagai tim yang membesarkan namanya. Tapi, berkat SPFC lah dirinya bisa menjadi karyawan PT Semen Padang, yang merupakan perusahaan semen kebanggaan masyarakat Sumbar dan bangsa Indonesia tentunya. Apalagi, ketika diangkat menjadi karyawan PT Semen Padang pada tahun 1989, manajemen perusahaan masih terus memberikan kesempatan bagi dirinya untuk berkarir di sepakbola.

“Ini yang membuat saya bangga bisa bergabung ke SPFC. Meski saya diangkat menjadi karyawan, manajemen perusahaan tetap memberi saya ruang untuk terus berkarir sebagai pesepakbola profesional. Tidak hanya saya, pemain-pemain SPFC lainnya yang juga diangkat jadi karyawan seperti Anton Syofnevil, Wellyanshah, dan Aspinal, juga diberikan kesempatan untuk berkarir di sepakbola,” katanya.

SPFC dan PT Semen Padang, lanjutnya, merupakan rumah kedua bagi dirinya yang telah memberi kehidupan yang sangat layak buat dirinya dan juga keluarga. Karena, sejak bergabung dengan SPFC hingga diangkat menjadi karyawan PT Semen Padang, berbagai kenikmatan telah banyak diraihnya. Bahkan, meski sudah gantung sepatu dan tidak lagi menjadi pelatih, karirnya sebagai karyawan PT Semen Padang juga berjalan mulus. Bahkan pada 2016, Afdal pun meraih penghargaan sebagai karyawan teladan.

Meski begitu, bagi Afdal sepakbola adalah dunianya hingga sekarang ini. Bahkan, sekarang ini dia masih main sepakbola minimal 1 kali seminggu. Kemudian di pekerjaan, saat ini Afdal dipercaya menjadi Ka. Sie Staff Operasional Keamanan di Unit Pengamanan PT Semen Padang.

“Ini jabatan eselon III. Artinya, di luar sepakbola, manajemen juga memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjabat sebagai staf,” katanya.

“Kepercayaan ini sebuah kebanggan bagi saya dan keluarga yang tentunya sangat saya syukuri. Mudah-mudahan, apa yang saya raih ini juga menjadi motivasi bagi pesepakbola lainnya bahwa pemain sepakbola itu tidak hanya berprestasi di lapangan. Di luar lapangan atau tempat kerja, juga bisa berprestasi,” imbuh ayah tiga anak ini.

Di sisi lain, Afdal juga menyinggung soal kondisi SPFC yang saat ini menjadi runner-up Grup I Liga 2 Indonesia dengan perolehan poin 11 hasil 6 kali pertandingan dengan 3 kali menang, 2 kali seri dan 1 kali kalah. Untuk itu, ia pun mengajak masyarakat Sumbar, khususnya Fans SPFC untuk mendoakan agar tim kebanggaan masyarakat Sumbar ini bisa kembali ke Liga I musim depan.

“Level SPFC itu Liga 1. Jadi, sedih rasanya kalau SPFC berada di Liga 2. Mudah-mudahan, tahun depan SPFC kembali ke Liga I. Karena, dari 6 laga yang telah dilakoni, SPFC berhasil menjadi runner-up. Mari kita doakan dan dukung tim kebanggaan kita masyarakat Sumbar kembali ke Liga 1 musim depan,” pungkas Afdal. (*)