Berkah Lebaran Makin Mudah: Pedagang Xuping Banjir Order Berkat Kemudahan QRIS BRI

Dodi, pemilik toko Xuping di Pasar Raya Padang Fase VII sedang melayani pembeli. Yunisma

PADANG– Momen Hari Raya Idul Fitri membawa berkah tersendiri bagi para pedagang, tak terkecuali penjual perhiasan imitasi atau yang dikenal dengan sebutan “Xuping”. Dodi, pemilik Ayesha Jewellery, mengungkapkan bahwa transaksi jual beli perhiasannya selama Lebaran ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Jual beli xuping saat Lebaran, cukup lumayan. Harga emas tinggi, dari pada beli emas, masyarakat banyak menjatuhkan pilihan beli barang yang bagus menyerupai emas,” ujar Dodi kepada Topsatu.com, 14 April 2025.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar barang dagangannya berasal dari Cina.

Menariknya, transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI mendominasi metode pembayaran di tokonya. Dodi memperkirakan perbandingan transaksi antara QRIS dan tunai mencapai 50:50. Lebih lanjut, ia mengamati bahwa mayoritas pengguna QRIS di tokonya berusia 20 hingg 40 tahun.

“QRIS dan tunaiFifty-fifty. Usia pengguna QRIS sekitar 40-an,” katanya.

Dodi juga menyoroti harga jual Xuping di tokonya yang berkisar Rp25.000 per gram. Ia membedakan antara Xuping lokal dan Xuping impor dari Cina. Salah satu keunggulan Xuping Cina, menurut Dodi, adalah kemampuannya untuk dijual kembali dengan harga sekitar setengah dari harga beli.

“Xuping harganya 25 per gram. Xuping lokal dan Cina. Cina Xuping bisa dijual kembali setengah harga,” jelasnya.

Bahkan, Ayesha Jewellery menawarkan layanan tukar tambah untuk Xuping Cina. “Ditukar tambah Rp5.000 diterima pakai QRIS,” imbuh Dodi, menunjukkan fleksibilitas dalam metode pembayaran yang diterimanya.

Di sisi lain, Dodi bercerita dari awal membukan usaha jual beli xuping hingga kini dia masih bertahan menggunakan QRIS BRI. Berbeda dibanding dua bank BUMN lainnya, yang kini tak lagi ia pakai. Sebab dua bank dimaksud memberlakukan potongan biaya layanan (cash service), setiap kali ada pembayaran.

Baca Juga  Jelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H, TPID Bersama Forkopimda Rapat Koordinasi

“QRIS bank lain, cash service ketika uang masuk ke rekening dipotong terus. Masing antara Rp200 minimal Rp198,” keluhnya, mengindikasikan adanya biaya transaksi yang mengurangi nominal yang diterimanya.

Sementara itu, terkait dengan layanan perbankan, Dodi memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia menyoroti kepraktisan notifikasi transaksi BRI yang kini langsung muncul tanpa perlu membuka aplikasi seperti bank lain yang pernah dia pakai.

“Dari awal hingga kini saya tetap pakai QRIS BRI untuk transaksi non tunai. Notifikasi lebih praktis, langsung muncul tanpa harus buka aplikasi bank lain,” pungkasnya.

Generasi milenial dan Gen Z di wilayah Regional Office (RO) Padang menunjukkan “kecintaan” yang besar terhadap pembayaran digital, terutama melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Data terbaru dari BRI RO Padang mengungkap bahwa kelompok usia yang melek teknologi inilah yang mendominasi penggunaan QRIS, dengan rentang usia terbanyak antara 21 hingga 40 tahun.

Regional CEO (RCEO) BRI RO Padang, Riza Pahlevi, menjelaskan bahwa fenomena ini sejalan dengan karakteristik generasi muda yang lebih familiar dengan teknologi dan terbuka terhadap metode pembayaran non-tunai. “Tipe pelanggan yang paling sering memanfaatkan QRIS adalah Generasi Milenial dan Gen Z. Mereka tumbuh dengan teknologi dan cenderung lebih nyaman bertransaksi secara digital,” ungkap Riza Pahlevi, yang dihubungi terpisah.

Baca Juga  Beruang Masuk Kebun Tebu,  BKSDA Pasang Perangkap di Matur

Dijelaskannya, pusat perbelanjaan, terutama supermarket, menjadi lokasi dengan volume transaksi QRIS terbanyak. Hal ini tak lepas dari inisiatif para pelaku usaha di sana yang menyediakan beragam pilihan pembayaran digital, memudahkan konsumen dalam berbelanja.

Menyadari potensi besar QRIS, BRI terus gencar melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai program menarik. Pesta Rakyat Simpedes (PRS) yang digelar di berbagai wilayah binaan RO Padang menjadi salah satu wadah sosialisasi, menghadirkan pawai, bazar UMKM, dan layanan perbankan digital. Selain itu, program “Grebek Pasar” menyasar para pedagang tradisional untuk mengenalkan kemudahan dan keuntungan menggunakan QRIS dalam bertransaksi. BRI juga memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram @bankbri_id dan @bri_regionalpadang untuk menyebarkan materi edukasi dan video tutorial penggunaan QRIS.

Hasilnya pun tak main-main. Hingga saat ini, perputaran uang melalui QRIS di wilayah BRI RO Padang telah mencapai angka fantastis, yakni Rp 196.077.816.813, dengan total transaksi mencapai 795.821 kali.

Lebih lanjut, data BRI RO Padang mencatat total titik QRIS yang tersebar di wilayah tersebut mencapai 150.082 titik. Kantor Cabang (KC) Khatib Sulaiman mencatatkan pertumbuhan titik QRIS tertinggi dengan 21.168 titik, disusul oleh KC Padang dengan 14.327 titik, dan KC Bukittinggi dengan 16.110 titik. Pertumbuhan pesat di ketiga KC ini tak lepas dari lokasinya yang strategis di pusat kota, di mana berbagai merchant BRI bertebaran. Fenomena ini semakin mengukuhkan QRIS sebagai salah satu motor penggerak ekonomi digital di Sumatera Barat, terutama di kalangan generasi muda. Yunisma