LUBUK SIKAPING—Bupati Pasaman H. Benny Utama kunjungi pasien diduga keracunan makanan yang sedang dirawat di RSUD Padang Gelugur dan RSI. Ibnu Sina Panti. Pasien yang dikunjungi bupati adalah warga Kampung Saba Balik, Jorong Durian Kadap, Nagari Bahagia Padang Galugua, Kecamatan Padang Gelugur.
Dari dialog bupati dengan pasien, diketahui kondisinya mulai membaik dan beberapa diantaranya sudah diperbolehkan pulang.
“Gejala awalnya pusing, lalu mual, kemudian muntah-muntah dan mencret. Alhamdulillah setelah mendapat penanganan medis di rumah sakit, kondisi pasien mulai membaik,” ujar Bupati Pasaman, H. Benny Utama di RSUD Padang Gelugur, Selasa(7/3).
“Kemaren ada laporan keracunan massal di Durian Kadap, yang diduga berasal dari makanan. Untuk kepastiannya, sample makanan tersebut sudah dibawa uji labor ke Padang,” kata Bupati Benny Utama.
Dikatakan Benny Utama, ini musibah, kita mesti bersabar. Sekarang bagaimana kondisinya, kalau masih sakit jangan minta pulang dulu ya. Kalau sudah sembuh, baru boleh pulang dan perbanyak minum air putih,” ujar bupati Benny saat membezuk pasien keracunan satu persatu di dua rumah sakit tersebut.
Dalam kunjungan ke sal-sal rawatan di dua rumah sakit tersebut, bupati Benny Utama banyak memberikan motivasi dan semangat kepada pasien, sembari menghibur pasien anak-anak yang tengah dirawat.
Sementara itu Wali Nagari Bahagia Padang Galugua, Ali Fitra yang mendampingi Bupati Pasaman saat itu, mengungkapkan bahwa tidak tertutup kemungkinan, jumlah pasien akan bertambah karena masih banyak anak anak sekolah dasar yang belum mau di rawat, lantaran harus mengikuti ujian tengah semester.
Diceritakan Wali Nagari, kronologis keracunan bermula saat warga mengikuti wirid pengajian menyambut bulan puasa ramadhan. Saat itu dihidangkan sejumlah makanan. Selesai pengajian, sebagian ibu-ibu ada yang membawa makanan tersebut pulang ke rumahnya.
“Karena anggota keluarga ikut mengkonsumsi makanan itu, mengakibatkan jumlah pasien keracunan jadi bertambah, termasuk anak-anak dan bapak-bapak”terangnya.
Ali Fitra mengatakan awalnya warga yang sudah merasakan sakit perut dan muntah-muntah, masih enggan ke rumah sakit. Sebagian beralasan tidak ada biaya berobat namun, setelah ada jaminan biaya berobat dari Pemerintah Kabupaten Pasaman, barulah warga mau dibawa ke Rumah Sakit.(Hendra)










