Benahi Pompa dan Jaringan, PDAM Sawahlunto Butuh Rp18 Miliar

Yufron

SAWAHLUNTO– Persoalan penyediaan air bersih di Kota Sawahlunto masih menjadi pekerjaan rumah. Kondisi geografis yang berbukit dan terjal menjadi salah satu tantangan dalam pendistribusian air kepada masyarakat.

Direktur PDAM Kota Sawahlunto, Yufron, S.Kom., mengatakan sumber air utama PDAM berada di Sungai Ombilin. Untuk mengalirkan air dari sumber tersebut, jaringan pipa harus melintasi tebing dengan ketinggian sekitar 400 meter.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Salah satunya pembangunan Embung Sumpahan yang menghabiskan anggaran cukup besar, namun belum mampu menjadi solusi optimal.

“Kita sedikit tertolong dengan adanya SPAM Danau Tandikek. Namun, debit airnya terbatas. Ketika kemarau panjang, debit air danau juga nyaris kering,” ujar Yufron saat berbincang dengan wartawan TOPSatu.com, Kamis (1/10).

Menurutnya, salah satu kebutuhan mendesak saat ini adalah pengadaan pompa baru di Stasiun Pompa Rantih serta perbaikan jaringan PDAM secara menyeluruh.

Baca Juga  Perayaan Cap Go Meh Tahun Ini Ditiadakan

“Untuk pengadaan pompa baru dan perbaikan seluruh jaringan, diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp18 miliar,” katanya.

Saat ini, PDAM masih mengandalkan pompa lama yang merupakan pompa bekas. Kondisi pompa yang sudah berusia tua tersebut menjadi salah satu kendala dalam menjaga kelancaran distribusi air kepada pelanggan.

Di sisi lain, beban operasional PDAM juga cukup tinggi. Yufron menyebut biaya listrik untuk operasional pompa di Rantih mencapai sekitar Rp230 juta per bulan. Selain itu, perusahaan juga harus mengeluarkan biaya untuk bahan kimia pengolahan air serta membayar gaji 49 orang karyawan.

Tekan Kebocoran Air

Yufron mengatakan PDAM saat ini memiliki sekitar 9.150 pelanggan. Dengan kondisi tersebut, pihaknya berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan menekan angka kebocoran air.

Ia menyebut pendapatan PDAM sekitar Rp700 juta per bulan, yang sebagian di antaranya harus disetorkan kepada daerah sesuai ketentuan.

Baca Juga  Bakti KAI untuk Pemudik: Layanan Kesehatan Gratis Siaga di Masa Angkutan Lebaran 1447

“Yang mesti kita lakukan sekarang adalah menekan kebocoran air dan terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah turun langsung bersama tim teknis untuk menangani gangguan jaringan. Beberapa waktu lalu, Yufron bersama tim memperbaiki valve PDAM di kawasan Kelok S, Kelurahan Aur Mulyo.

Perbaikan tersebut berdampak langsung terhadap distribusi air ke RSUD Sawahlunto yang sebelumnya mengalami gangguan selama bertahun-tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Sawahlunto, Afri Darman, bersama bagian keuangan, Kristin, membenarkan kondisi tersebut.

“Alhamdulillah, kebutuhan air di RSUD saat ini sudah sangat lancar,” ujarnya.

Perbaikan valve tersebut juga membuat sekitar 200 pelanggan di kawasan Kelurahan Aur Mulyo yang sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan air kembali terlayani.

Hal itu dibenarkan pelanggan PDAM setempat, Syahrial dan Maizul Amri. Keduanya mengaku pasokan air kembali lancar setelah perbaikan jaringan dilakukan.

(sbd)