Pariaman — Alek Nagari Sunua Kuraitaji di Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, resmi dibuka Walikota Pariaman, Yota Balad, di laga-laga desa setempat, Sabtu (26/4). Event budaya ini akan berlangsung selama 10 hari, mulai 26 April hingga 5 Mei , dan berjalan dengan sukses serta penuh semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Yota Balad mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana, seluruh pihak terkait, serta para sponsor atas terselenggaranya Alek Nagari di Kota Pariaman.
“Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan event budaya yang luar biasa ini. Kegiatan ini sejalan dengan visi kami, yakni mewujudkan Pariaman sebagai Kota Wisata yang Maju, Kreatif, Berbasis Agama dan Berbudaya,” ujar Yota.
Turut hadir dalam acara pembukaan ini antara lain Mantan Wali Kota Pariaman dua periode, Mukhlis Rahman, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ferialdi, para datuak dan tuo silek se-Kota Pariaman, perwakilan Forkopimda, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, Camat Pariaman Selatan, M. Farid Marwan, serta beberapa kepala desa di Kecamatan Pariaman Selatan.
Meskipun Kota Pariaman tidak lagi memiliki pemerintahan berbasis nagari, Wali Kota menegaskan komitmen kuat untuk terus melestarikan adat dan budaya kenagarian.
“Dalam upaya mewujudkan Kota Wisata, tidak hanya fokus pada destinasi wisata, tetapi juga melalui wisata budaya seperti Alek Nagari ini. Selama 10 hari ke depan, berbagai kegiatan budaya khas Pariaman akan digelar di sini,” tambahnya.
Yota Balad juga menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk melakukan pemetaan potensi budaya dan wisata di setiap desa/kelurahan agar bisa dikembangkan menjadi desa wisata berkarakter.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga moral generasi muda di tengah era digitalisasi yang pesat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa mempererat tali silaturahmi dan memperkuat karakter anak-anak muda kita. Mari bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya kita dari pengaruh negatif,” ujarnya.
Wali Kota Pariaman berharap Alek Nagari ini dapat menjadi agenda tahunan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.
Sementara itu, Budayawan Sumatera Barat sekaligus Panitia Pengarah, Edi Utama, mengungkapkan bahwa Alek Nagari ini bertujuan menghidupkan kembali budaya Minangkabau, terutama di kalangan generasi muda.
“Budaya adalah perekat antar generasi. Dengan adanya Alek Nagari, kita berupaya memupuk kembali nilai-nilai budaya yang mulai tergerus oleh zaman,” jelasnya.
Alek Nagari Sunua Kuraitaji kali ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti Silek Ulu Ambek, Silek Galombang, Silek Tradisi, serta pertunjukan Tari Indang, Pasar Rakyat, Silaturahmi Tuo Silek, dan Dialog Kebudayaan yang menghadirkan Budayawan Nasional Zatrow sebagai salah satu narasumber.
Event ini disponsori oleh Djarum Coklat dan menjadi wujud nyata kolaborasi masyarakat dalam menjaga serta mempromosikan kekayaan budaya Minangkabau.
(agus)












