Solok  

Ada Janji ke Malaysia Tahun Depan, Wartawan Solok ke Medan Naik Bus

Dilepas Bupati Solok, rombongan wartawan menuju Medan. (*)

Sebelum ditanggapi Bendahara PWI tersebut, Riswan Jaya mendadak tertawa lebar. Separuh malu ia mengeluarkan bumbu popmie yang ternyata ditarok di saku jaketnya. ” Ndak ba bumbu popmi bamakan, dima lo ndak ka hamba,” balas Aznul terkekeh.

Cerita soal popmie hambar cuma sebatas pengusir jenuh dan letih di perjalanan. Tanpa sempat singgah di Danau Toba, meski cuma untuk berselfi-selfi saja, petualangan naik oto dilanjutkan hingga sampai di kota Medan pukul 15.30 sore.

Sambutan Hangat

Tanpa bersih-bersih, dengan sisa mata mengantuk tadi malam, kegiatan resmi dilakukan. Pertemuan Wartawan Solok di dipimpin Kabag Humas Elafqi , disambut hangat Kabag Humas Setdako Medan, Rasyid Ridho Nasution, SSTP. Didampingi Kasi Komunikasi Massa Dinas Kominfo Medan, Hendra Syahputra Lubis, pertemuan diselingi sesi tanya jawab di ruang Rapat 1 Balaikota Medan.

Materi diskusi, wartawan lebih mengarah ke pertanyaan soal bagaimana Pemko Medan membangun kerja sama yang sinergis dengan media tanpa mengeyampingkan peran dan fungsi masing-masing.

Kabag Humas Pemko Medan Ridho Nasution berkesempatan mengekspose tentang slogan: Medan Rumah Kita. Potensi dan progres pembangunan yang merupakan ibukota provinsi Sumut itu, juga menjadi bagian yang di informasikan, termasuk soal Pemko Medan mengapresiasi karya wartawan.

Bagi wartawan Sumbar yang bertugas di kawasan Kabupaten Solok, penghargaan karya wartawan merupakan hal yang menarik untuk dikunyah-kunyah, sama menariknya ketika mereka bersikencak mengunjungi Istana Maimun, sebuah istana Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan, Sumatera Utara.

Sehari lepas di kota Medan, rombongan wartawan Solok kembali pulang. Masih meggunakan bus yang sama dan dengan kecepatan yang nyaris tak berbeda, Jumat (29/3), rombongan pulang melewati jalur berbeda di provinsi Riau.

Selamat tinggal Medan. Kami belum akan kembali, kalau harus melalui jalan darat lagi. Benar-benar lenyai badan kami. (rusmel dt.sati/waitlem)