PADANG — Bencana banjir bandang (galodo) yang menerjang kawasan kompleks Kantor Bupati Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, menyisakan duka mendalam. Di balik terjangan air bah pada Senin (21/9) malam tersebut, perjuangan untuk bertahan hidup dari para korban terus berlanjut di ruang perawatan medis.
Salah satunya dialami oleh Muhammad Nurzein (56). Setelah sempat mendapatkan pertolongan pertama di Semen Padang Hospital, Nurzein terpaksa dilarikan dan dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Selasa (22/9) sekitar pukul 08.30 WIB akibat luka berat yang dideritanya.
Bertaruh Nyawa: Mengalami Pendarahan hingga Multiple Trauma
Hantaman material bencana tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga merenggut kesehatan fisik Nurzein secara drastis. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RS M. Djamil, Nurzein terdiagnosa mengalami multiple trauma—kondisi ketika tubuh mendapat benturan dan cedera berat di beberapa titik sekaligus.
Hasil evaluasi medis mencatat deretan cedera serius yang dialami korban:
Trauma Toraks & Abdomen: Benturan keras yang mengakibatkan cedera internal pada bagian dada dan perut.
Patah Tulang Terbuka (Open Fracture Calcaneus Dextra): Patah tulang terbuka yang parah pada bagian tumit kaki kanan.
Tak hanya cedera fisik, korban juga sempat berada dalam kondisi kritis akibat syok hipovolemik, yaitu situasi darurat saat tubuh kehilangan darah atau cairan secara drastis dalam waktu singkat.
Berhasil Lalui Masa Kritis, Tim Medis Lakukan Penanganan Khusus
Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M. Djamil Padang, Rizki Rasyidi, membenarkan hadirnya pasien rujukan korban galodo tersebut dan mengonfirmasi bahwa kondisi vital korban perlahan mulai dapat dikendalikan.
“Kondisi syok hipovolemik yang sempat dialami pasien saat ini telah mengalami perbaikan,” ungkap Rizki saat dikonfirmasi, Selasa (22/9).
Meski telah melewati fase syok awal, penanganan terhadap Nurzein tidak bisa dilakukan sembarangan. Mengingat banyaknya cedera yang saling memengaruhi kondisi fisik pasien secara keseluruhan, tim dokter mengambil langkah penanganan terpadu.
“Penanganan pasien dengan multiple trauma dilakukan secara menyeluruh dengan memprioritaskan organ atau kondisi yang membutuhkan pertolongan paling mendesak. Tim medis terus memantau tanda-tanda vital serta melakukan evaluasi ketat terhadap setiap perkembangan cedera,” tambah Rizki.
RS M Djamil Siagakan Tim Dokter Rujukan Bencana
Sebagai pusat rujukan medis terbesar di wilayahnya, RS M. Djamil memastikan seluruh sarana dan tenaga medis terbaik disiagakan untuk menangani korban bencana alam seperti Nurzein.
Proses pemantauan secara berkelanjutan terus dilakukan untuk menilai respons tubuh korban terhadap terapi yang diberikan sebelum menentukan tindakan operasi atau perawatan lanjutan berikutnya.
“Komitmen kami adalah memberikan perawatan yang tepat, optimal, dan berkesinambungan. Hal ini kami wujudkan lewat kesiapan penuh tim medis serta koordinasi intensif di setiap tahapan pemulihan pasien,” tutup Rizki.












