LUBUK BASUNG, – Hari pelantikan Mursyidi Kamis (13/8) sebagai Ketua PWI Agam periode 2026-2029 terasa lebih dari sekadar seremoni pergantian. Di Balairung Rumah Dinas Bupati Lubuk Basung, pataka organisasi diserahkan, dan bersama itu pula diserahkan harapan besar dari seluruh wartawan di Kabupaten Agam.
Momentum ini menjadi istimewa karena Mursyidi tidak berjalan sendiri. Ia didampingi jajaran pengurus baru yang berkualitas. Ada pengalaman, ada semangat muda, ada kompetensi yang teruji. Kombinasi itu membuat langkah PWI Agam ke depan terasa lebih ringan, karena bebannya dipikul bersama.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan profesi yang makin kompleks, PWI Agam butuh lebih dari sekadar nama besar. Yang kita butuhkan hari ini adalah kebersamaan. Rumah PWI harus kembali hangat. Anggota dan pengurus perlu lebih sering duduk bersama, berdiskusi, saling menguatkan. Dari silaturahmi itulah lahir kepercayaan, dari kepercayaan itulah lahir kerja-kerja besar.
Kebersamaan itu harus diisi dengan peningkatan kualitas. Masyarakat Agam berhak mendapat informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Maka PWI Agam wajib menggerakkan anggotanya untuk terus belajar. Lewat pelatihan, diskusi, dan Uji Kompetensi Wartawan, kita wujudkan jurnalis yang kompeten dan paham betul kode etik jurnalistik. Bukan wartawan yang hanya mengejar berita, tapi wartawan yang menjaga kehormatan profesi.
Pada saat yang sama, PWI Agam juga harus membangun komunikasi yang sehat dengan pemerintah daerah. Kita bukan corong, kita juga bukan lawan. Kita adalah mitra kritis. Dengan komunikasi yang terbuka, informasi bisa mengalir lebih cepat untuk masyarakat, dan kebijakan bisa dikritisi dengan cara yang konstruktif.
Yang paling utama, kita harus menjaga marwah. Marwah PWI tidak diukur dari banyaknya kegiatan atau ramainya pemberitaan. Marwah diukur dari sikap. Dari kejujuran setiap tulisan, dari keberanian menolak praktik yang mencoreng profesi, dari integritas setiap anggota dan pengurus di lapangan.
Sebagai wartawan di Ranah Minang, kita punya kompas tambahan. Prinsip _Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah_ harus hidup dalam cara kita bekerja. Menulis dengan jujur, santun, dan bertanggung jawab adalah bentuk nyata dari nilai itu.
Dengan dilantiknya Mursyidi dan pengurus baru yang berkualitas, PWI Agam kini punya energi baru. Energi untuk bergerak bersama, untuk meningkatkan kualitas, untuk menjaga marwah, dan untuk menjadi rumah bagi wartawan Agam yang kompeten, beretika, dan bermartabat.
Inilah saatnya. Bersama kita kuat. Berkualitas kita dipercaya. Beretika kita bermarwah. (M.Khudri)












