JAMBI – Sertifikasi kompetensi yang diberikan kepada 90 tenaga kerja konstruksi melalui Temu Jago Bangunan Semen Padang di Jambi dinilai memiliki manfaat jangka panjang. Sertifikat tersebut dapat menjadi modal bagi pekerja untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas peluang kerja.
Perwakilan LSP Astekindo Jambi, Lintong Sirait, mengatakan sertifikat kompetensi merupakan bukti bahwa seseorang telah memenuhi standar kemampuan yang ditetapkan dalam bidang pekerjaan konstruksi.
Menurut Lintong, sertifikasi memberikan pengakuan formal terhadap pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dimiliki seorang tenaga kerja. Dengan adanya pengakuan tersebut, pekerja memiliki posisi yang lebih kuat ketika mengikuti proyek pembangunan.
“Bapak-bapak patut berterima kasih kepada PT Semen Padang. Dengan memperoleh sertifikat ini, berarti kemampuan Bapak-bapak telah diakui oleh negara,” kata Lintong.
Ia menjelaskan, manfaat sertifikasi tidak hanya dirasakan ketika tenaga kerja mencari pekerjaan di dalam negeri. Kompetensi yang telah diakui juga berpotensi membuka kesempatan bagi tenaga konstruksi Indonesia untuk bekerja di sejumlah negara ASEAN.
Lintong menyebut Malaysia sebagai salah satu negara yang selama ini menjadi tujuan tenaga kerja konstruksi Indonesia. Menurutnya, kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikat dapat menjadi salah satu modal untuk meningkatkan peluang bekerja di luar negeri.
“Sertifikat ini juga dapat membuka peluang kerja di kawasan ASEAN. Sebagai informasi, banyak tenaga kerja konstruksi Indonesia yang bekerja di Malaysia. Dengan kompetensi yang diakui, peluang kerja tentunya akan semakin terbuka,” jelasnya.
Karena itu, Lintong mendorong para tenaga konstruksi untuk tidak berhenti setelah memperoleh sertifikat. Peningkatan keterampilan secara berkelanjutan tetap diperlukan agar tenaga kerja mampu mengikuti perkembangan teknologi, standar konstruksi, dan kebutuhan industri yang semakin kompetitif. (*)












