BANTEN,- Tidak seperti peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun lalu , pada acara puncak hari peringatan lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tanggal 9 Februari 2026, akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo.
“Insya Allah Presiden Prabowo akan hadir langsung Senin besok lusa, mulai pukul 09 pagi, beliau didampingi setidaknya oleh 17 Menteri ” kata Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang di sela sela Seminar Nasional Pembangunan Infrastruktur yang digelar jelang hari Puncak acara HPN Serang di Banten hari ini (7/2).
HPN adalah upaya menghidupkan memori perjuangan wartawan Indonesia yang dimulai sejak Perang Kemerdekan RI. Belum setahun Indonesia Merdeka, negara baru lahir dibayang bayangi oleh kedatangan tentara Sekutu yang membawa aparat Belanda yang dikenal dengan Nederlandsch Indische Civiele Administratie atau Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Ini adalah organisasi semi-militer yang didirikan pada April 1944, yang bertugas memulihkan administrasi sipil dan hukum pemerintahan kolonial Belanda, namun bagi Indonesia adalah ancaman kemerdekaan.
Itulah era perjuangan mempertahankan kemerdekan, maka para wartawan berkumpul di Surakarta, tanggal 9 Februari 1946 dideklarasikan berdirinya Perstuan Wartawan Indonesia (PWI).
Wartawan dan PWI berkiprah, dan menjadi pilar informasi, mencerahkan, mendidik dan menghibur serta berperan dalam perjuangan dan pembangunan.
Karena itulah Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. Keppres tersebut menetapkan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional, bertepatan dengan hari lahir PWI. Penetapan ini juga mencerminkan pengakuan negara atas peran vital pers dalam pembangunan dan pengamalan Pancasila.
Sebelum Keppres itu, ide memperingati Hari Pers telah muncul dalam Kongres PWI ke-28 di Padang tahun 1978 dan disepakati oleh Dewan Pers dalam sidangnya pada 19 Februari 1981 di Bandung. Sejak itu, HPN diselenggarakan setiap tahun secara bergantian di ibu kota provinsi di Indonesia, melibatkan sinergi antara insan pers, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Maka HPN ini adalah momentum strategis dalam penyelenggaraan negara, karena itu sejak peringatan HPN setelah 1985, tak pernah presiden tidak menghadirinya, kecuali pada HPN tahun 2025 yang dilaksanakan di 2 kota yakni di Pekan baru dan Banjarmasin.
Presiden baru Prabowo, tidak hadir langsung pada tahun lalu, tak salah. Yang salah adalah PWI sendiri yang bertengkar karena persoalan internal sehingga ada 2 ketua yaitu Hendri Ch Bangun dan Zulmasyah Sekedang.
Alhamdulillah akhirnya, biduak berlalu kiambang bertaut, konflik berakhir dalam Kongres PWI 2025, Ahmad Munir dari LKBN Antara terpilih menjadi ketua, PWI sekarang menjadi satu kembali.
“Kita jadikan moment HPN tahun ini untuk memperkuat persatuan PWI” kata Zulmansyah.
Zumansyah menambahkan, kita bangun semangat kebersamaan, mari kita sukseskan HPN Banten 2026 sebagai momentum memperkuat pers yang profesional, independen, dan berintegritas. Dengan pers yang kuat, pembangunan daerah semakin maju dan masyarakat pun semakin cerdas dalam menerima informasi.
Hadir lebih 1000 Wartawan anggota PWI se Indonesia berkumpul di Serang Banten, termasuk yang datang dari Propinsi Sumatera Barat, sebanyak hampir 100 orang. Mereka datang ke Serang baik lewat udara maupun menggunakan jalan darat. (M.Khudri)












