Kota Pariaman Perlu Perbanyak Adakan Event Pariwisata

Pariaman – Untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata, perlu dilakukan dan diperbanyak menggelar berbagai event, apakah berskala internasional, nasional dan daerah.

Demikian dikatakan Sekdako Pariaman, Afrizal Azhar didampingi Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Ferialdi, ketika ditemui di Pantai Gandoriah Pariaman, Sabtu (1/11).

Disebutkannya, berbicara tentang keramahtamahan, kenyamanan, keamanan, budaya, kuliner dan destinasi wisata, Kota Pariaman cukup mendukung. Namun, hal yang terpenting dilakukan, supaya Kota ini menjadi daerah tujuan wisata oleh masyarakat dari berbagai Daerah, harus di perbanyak menggelar berbagai event. Event di bidang olahraga, seni dan budaya.

Baca Juga  Kota Pariaman Dapat Tambahan TKD 2026 Pascabencana

Terkait hal tersebut, kata Sekdako, pihaknya sedang gencar-gencarnya menggelar berbagai event. Beberapa event di bidang olahraga, Kota ini sudah beberapa kali menjadi tuan rumah. ” Alhamdulillah, semua event tersebut berjalan dan terlaksana dengan lancar,” ucapnya.

Dijelaskannya, dengan banyaknya event digelar di Kota Pariaman, sudah jelas ekonomi masyarakat akan ikut menggeliat. ” Kita memastikan setiap orang yang datang dan berkunjung berbelanja di Kota ini,” tukasnya.

Disisi lain, Afrizal Azhar menyebutkan pihaknya telah menata beberapa tempat di destinasi wisata, termasuk tentang biaya retribusi masuk bagi pengunjung. Untuk retribusi masuk dan parkir disatukan pada titik yang ditentukan.

Baca Juga  Roberia Narasumber Seminar Urgensi Peraturan Perundang-undangan oleh Pemerintahan Baru

Melalui adanya penataan tentang retribusi masuk dan parkir, maka pendapatan bagi daerah mengalami peningkatan. ” Dihari biasanya, sebelum di tertibkan pemasukan ke daerah dari retribusi hanya mencapai Rp 18 juta/ bulan. Setelah penataan hasilnya meningkat menjadi Rp 40 juta/bulan,” tuturnya.

Untuk itu, semua program yang dilakukan oleh Pemko Pariaman ini, perlu dukungan dari berbagai pihak. Pemko Pariaman tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan suport dari setiap elemen masyarakat Kota Pariaman. (agus)