Agam  

Baralek Gadang Batagak Gala Dimulai, 23 Panghulu Kaum Suku Jambak Nagari Lasi Dikukuhkan

LASI – Perhelatan akbar dalam rangka “batagak gala” pengukuhan penghulu baru Urang Sapuluh di Nagari Lasi Kecamatan Candung, Kabupaten Agam sudah dimulai sejak 20 September.

Alek yang diadakan untuk membangkik batang tarandam itu diawali dengan pengukuhan 23 panghulu kaum suku Jambak.

Prosesi sakral itu dilaksanakan selama dua hari dari 10-21 September dan dipusatkan di salah satu rumah gadang kaum Suku Jambak.

Kegiatan itu ditandai dengan ritual adat seperti penyembelihan kerbau, makan bajamba serta ritual di gelanggang Medan nan bapaneh kaum suku Jambak.

Acara itu turut dihadiri Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lasi, AKBP Jamalul Ihsan Dt. Sati, bersama tokoh adat lainnya.

Baca Juga  Sosialisasi di SLB, Bawaslu Agam Ajak Disabilitas Ikut Pemilu

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Ladi, AKBP Jamalul Ihsan Dt Sati dalam perhelatan akbar batagak gala urang sapuluh itu akan mengukuhkan sebanyak 60 penghulu dari empat suku besar di Nagari Lasi yaitu kaum dari suku Jambak, Guci, Koto, dan Sikumbang.

“Kegiatan ini dibagi menjadi empat termin. Termin pertama, 20-21 September, untuk pengukuhan penghulu suku Jambak. Kemudian, termin kedua pada 23-24 September untuk suku Guci, termin ketiga 26-27 September untuk suku Koto, dan termin keempat 29-30 September untuk suku Sikumbang,” jelasnya.

Acara puncak direncanakan pada 4 Oktober 2025 di halaman balai adat Nagari Lasi. Menurut Jamalul Ihsan, acara puncak ini akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Sumatera Barat, Bupati Agam, serta para pimpinan Forkopimda tingkat provinsi dan kabupaten, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), hingga Kapolres Bukittinggi.

Baca Juga  Jelang Nataru, Polres Agam Sita 53 Liter Tuak

Jamalul menyebut kegiatan ini sebagai “Alek Nagari” terbesar dalam sejarah Nagari Lasi, bahkan digadang-gadang menjadi yang terbesar di Agam dan Sumatera Barat. Hal ini didasarkan pada jumlah penghulu yang dikukuhkan mencapai 60 orang, sebuah angka yang luar biasa dalam tradisi pengangkatan gelar di wilayah tersebut. (gdo)