PD. PANJANG – SMP Muhammadiyah Kauman Padang Panjang melakukan peluncuran identitas siswa baru berupa rompi dan pin khusus yang berisi logo dan nama sekolah, Senin (1/9) di hakaman sekolah tersebut.
Acara ini dihadiri oleh Ketua PDM Pabasko Suharman, yang secara langsung memasang rompi dan pin tersebut kepada seluruh siswa.
Kepala SMP Muhammadiyah Padang Panjang Abril mengatakan, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan branding sekolah.
“Dengan identitas yang jelas dan terstruktur, kami berharap masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai SMP Muhammadiyah Kauman Padang Panjang,” ujarnya.
Rompi dan pin ini diharapkan dapat menjadi simbol kebanggaan bagi siswa dan meningkatkan kesadaran akan identitas sekolah.
Dengan langkah ini, SMP Muhammadiyah Padang Panjang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan citra sekolah di mata masyarakat.
Kepala Sekolah juga menginformasikan bahwa pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 akan segera dibuka.
“Kami berharap dengan branding yang kuat dan peningkatan kualitas pendidikan, SMP Muhammadiyah Padang Panjang dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mencari pendidikan yang berkualitas,” tambah Abril.
Bagi masyarakat yang berminat untuk mendaftarkan putra-putri mereka di SMP Muhammadiyah Padang Panjang, informasi lengkap mengenai pendaftaran dapat diperoleh melalui WhatsApp di nomor 081378141959. SMP Muhammadiyah Padang Panjang berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan berbasis karakter islami.
Dengan langkah-langkah strategis ini, SMP Muhammadiyah Padang Panjang berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia.
Menurut Abril, pembuatan brand sekolah ini muncul ketika pihak melakukan perbincangan dengan almarhum Musriadi Musanif (Ketua PDM Pabasko sebelumnya). Hal senada juga diusulkan Ketua Komisi I DPRD Padang Panjang Hendra Saputra pekan lalu.
“Dari pembicaraan kami tadi bersama kepala SMA dan SMP Muhammadiyah dengan ketua PDM Pabasko dan tokoh senior, Bapak Surhefriandi, SMP dan SMA ingin jadi boarding school,” pungkasnya. (Jas)












