Bupati JKA Ajak Orangtua Tingkatkan Pengawasan terhadap Anak

PARIK MALINTANG – Bupati Padang Pariaman, H. John Kenedy Azis mengajak masyarakat, terutama orangtua supaya meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Di samping juga harus memperhatikan pendidikan, terutama pendidikan agamanya.

“Ini penting demi keselamatan dan masa depan mereka,” kata Bupati JKA saat menghadiri perayaan pemberian ijazah dan pengukuhan gelar tuangku/ustadzah di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Sadaniyyah, Singguliang, Lunuak Aluang, Rabu (25/6).

Di hadapan para santri dan walisantri yang hadir, Bupati sempat mengungkapkan sejumlah kasus yang telah mencoreng muka ranah Minang. Terakhir, kasus pembunuhan dan mutilasi di daerah Batang Anai yang, pelaku dan korbanya adalah anak-anak muda dan pelajar.

Baca Juga  John Kenedy Azis Resmi Jadi Bupati Padang Pariaman

Menurut JKA, perbuatan sadis yang cukup menggemparkan seantero itu adalah peringatan dari Allah, terutama bagi para orangtua yang mungkin selama ini kurang mengawasi perkembangan pendidikan, sikap dan mental anak-anaknya.

Dia mengingatkan, sekarang banyak yang dapat merusak perkembangan sikap, mental dan prilaku anak-anak. Terutama gadget. Melalui handphone, mereka (anak-anak) bisa melihat apa saja dan, jika pada anak belum tertanamkan nilai-nilai agama, keimanan, alhasil mereka akan terjerumus ke dampak negatif teknologi itu.

Baca Juga  Bupati JKA Upayakan Jembatan Maransi Segera Dibangun KembaliĀ 

Sebelumnya John Kenedy Azis tampak mengapresiasi kegiatan Pondok Pesantren Nurul Yaqib Sadaniyyah yang terus mencetak ulama-ulama muda dan penghagal-penghafal Alquran.

“Peran pondok pesantren sekarang benar-benar sangat diharapkan untuk menyelamatkan negeri ini,” ujarnya.

Sementara Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Sadaniyyah, Syekh Buya Muda H.M. Jali Sadana Tuangku Sinaro Mangkuto, SH menyampaikan kepada para tamatan pendidikan Aliyah dan Tsanawiyah serta para Khatam Quran ilmu yang telah mereka perdapat belumlah seberapa. Sebab itu, mereka harus terus belajar dan belajar. Jadi, menuntut ilmu itu hingga hayat. (drm)