Siswi MTsN di Pariaman Tewas Diduga Korban Tabrak Lari

Ilustrasi kecelakaan.(okezone)

 

Pariaman – Seorang pelajar MTsN di Kota Pariaman dilaporkan tewas dalam tragedi kecelakaan jalan raya. Persisnya di Desa Kaluaik, Kecamatan Pariaman Timur, Jumat (21/2) .

Ada yang menduga, Difani Yunia Trinanda, 12, pelajar MTsN yang tewas, adalah korban tabrak lari.

Petang itu, menurut cerita yang berkembang, korban memboncengi dua temannya. Mereka datang dari Aie Santok. Sampai dekat penurunan Kaluaik, Jalan Tuanku Nan Renceh, sepeda motor BA 4931 FAA yang dia kendarai ‘bertabrakan’ dengan sebuah mobil.

Akibat kejadian, korban bersama sepeda motornya terpental ke solokan. Dan, diduga karena mengalami benturan yang sangat keras, korban meninggal di tempat kejadian.

Baca Juga  Kecelakaan Beruntun di Lubuk Buaya Libatkan Empat Kendaraan

Sementara dua teman yang dia boncengi terpaksa dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan intensif.

Masyarakat sekitar lokasi kejadian menduga, kecelakaan tersebut bukanlah kecelakaan tunggal, melainkan diduga sebagai tabrak lari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Pariaman, Iptu Abdullah Riadi mengatakan bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.

“Penyebab pasti kecelakaan belum bisa kita simpulkan saat ini karena penyelidikan kasus terkait insiden ini sedang berjalan,” ujar Abdullah Riadi, Jumat malam.

Meski demikian, dia menyebutkan  beberapa petunjuk terkait peristiwa tersebut telah dikumpulkan dan mengarah pada bukti-bukti yang relevan.

Baca Juga  Ibu dan Anak Tewas Ditabrak Mobil Pengangkut Mesin Gilas

“Meskipun ada yang berpendapat bahwa ini tabrak lari atau semacamnya, kami masih membutuhkan bukti lebih lanjut, dan itulah yang sedang kami usahakan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Unit Laka Lantas Polres Pariaman, Ipda Wadhi, juga memberikan keterangan mengenai kronologi kecelakaan tersebut. Menurutnya, kecelakaan melibatkan tiga orang yang sedang mengendarai sepeda motor. Motor yang mereka kendarai terjatuh dan masuk ke dalam selokan, mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka.

“Kami akan terus mendalami kasus ini dan mencari tahu kebenarannya,” tambah Ipda Wadhi. -(drh)