LUBUK BASUNG – Musim penghujan tiba, sawah di Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam mulai digarap. Seperti di Jorong Aia Tabik, sawah yang sebelumnya terlantar, saat ini mulai digarap.
Dituturkan Sofiarti (48) Jumat (1/11), warga Jorong Aia Tabik. Para pemilik lahan yang juga sekaligus penggarap, mulai turun ke sawah. Malah sebagian petani lainnya sudah membuat persemaian tempat menyemaikan benih, dan memperbaiki dan membersihkan pematang.
Ia mengaku lahan sawah yang dimiliki bergantung turunnya hujan. “Kalau tidak turun hujan, sawah yang kami miliki tidak bisa diolah,” tutur Sofiarti.
Pekerjaan awal dilakukan Sofiarti adalah membuat persemaian, belum pengolahan tanah, sebab dengan adanya mesin pengolah lahan modern saat ini, pengolahan lahan jauh lebih cepat, berbeda dengan masa-masa sebelumnya belum mengenal mesin pengolah tanah traktor tangan (Hand Traktor).
Hal itu juga dibenarkan Walinagari Kamang Mudiak, A. Dt samiak. Sebagian besar areal sawah di daerah tersebut sangat bergantung kepada hujan, bila musim kemarau tiba sawah yang ada didaerah itu dibiarkan begitu saja. Apabila tiba musim hujan dengan curah hujan yang telah memadai baru masyarakat tani segera turun ke sawah. (lukman)












