LUBUK BASUNG – Dampak longsor dan banjir di beberapa titik ruas jalan Bukittinggi-Padang, dalam wilayah Kota Padang Panjang, Selasa (21/2/2023) sore membuat jalur alternatif Sicincin-Malalak-Balingka cukup padat dilalui kendaraan.
Mayoritas kendaraan yang menuju dua daerah tersebut, memanfaatkan jalur SIMAKA sebagai alternati, walau dengan tingkat kerawanan akan potensi longsor yang cukup tinggi.
Hingga Selasa malam, informasi yang diperoleh awak media, jalur SIMAKA masih padat dilalui kendaraan, sehingga berbagai unsur terkait di kabupaten Agam memaksimalkan pengawasan di beberapa titik rawan longsor, mengantisipasi dampak pada pengguna jalan.
Padatnya ruas jalan SIMAKA akibat terjadinya 9 titik lokasi bencana di wilayah Padang Panjang baik longsor, banjir termasuk meluapnya air mancur Lembah Anai itu dibenarkan Bambang Warsito, Kalaksa BPBD Agam.
Disebutkan, ruas SIMAKA menjadi salah satu jalur utama yang kini dilalui pengguna jalan untuk menuju dan dari Bukittinggi-Padang, termasuk menuju Pekanbaru.
Tidak hanya jalur SIMAKA, ruas jalan kelok 44 menjadi salah satu jalur yang sejak Selasa sore padat dilewati kendaraan, setelah sempat tersekat di jalur sepanjang Lembah Anai.
“ Mudah-mudahan, jalur jalan di wilayah kabupaten Agam, baik di jalur Malalak maupun kelok 44 aman dilewati. Sejauh ini, kondisi jalan aman dan aktivitas lalulintas lancar, “ sebut Bambang Warsito.
Sementara informasi yang diperoleh awak media, dampak cuaca buruk yang terjadi sejak Selasa siang, tercatat sekitar 9 lokasi di ruas jalan Bukittinggi-Padang, terutama dalam wilayah Kota Padang Panjang, terdampak longsor dan banjir.
Sehingga memicu kemacetan parah di dua arah berbeda. Mayoritas kendaraan memilih memutar arah menjadi jalur jalan lain yang lebih aman. (MC)












