Limapuluh Kota – Komitmen Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, untuk membangkitkan potensi daerah dari wilayah pinggiran kembali digaungkan. Pendekatan itu ditempuh karena memiliki dampak berganda (multiflier effect) bagi daerah. Karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, memutus keterisoliran, sekaligus peningkatan kualitas sumberdaya manusia.
“Kita komit dengan rencana yang telah diucapkan, untuk membangun dari wilayah pinggiran. Untuk suksesnya membangun dari kawasan pinggiran itu, kita minta dukungan penuh setiap elemen masyarakat terlebih warga Limapuluh Kota di perantauan. Sebab manfaat yang didapat dari rencana ini sangat banyak,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/8).
Menurutnya, penegasan membangun dari pinggir itu telah disampaikan pada acara Forum Diskusi dan Silaturahmi Ikatan Keluarga Nagari-Nagari lingkup Kecamatan Bukik Barisan, Suliki, Gunuang Omeh se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Kegiatan yang digagas Keluarga Besar Perantau Kecamatan Bukik Barisan (KBPB) Limapuluh Kota Jabodetabek itu berlangsung di Balai Pertemuan Yayasan Daarul Aitam, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (31/7) lalu.
“Mengawali forum diskusi dan silaturahmi, Ketua Panitia Pelaksana Faisal Dt. Sati Nan Batuah, menyampaikan bahwa pertemuan dalam suasana Tahun Baru Islam 1443 Hijriah itu sangat ditunggu-tunggu oleh warga eks Kewedanaan Suliki yang bermukim di Jabodetabek. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan juga diharapkan jadi wahana menggali potensi dan solusi bagi masyarakat di perantauan dan kampung halaman,” ujar bupati.
Di pertemuan itu, Bupati Safaruddin menghaturkan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada perantau eks Kewedanaan Suliki yang tetap peduli dengan pembangunan di kampung halaman. Berbicara lebih lanjut soal komitmen untuk membangkitkan kawasan pinggiran, memang sudah diapungkan semenjak dilantik menjadi Bupati Limapuluh Kota, 26 Februari 2021 lalu.
Dikatakan, saat sekarang telah mulai berjalan terutama peningkatan infrastruktur jalan yang telah lama dirindukan oleh masyarakat setempat. Dimana merujuk Nagari Galugua, Kapur IX, prasarana jalan yang bertahun-tahun belum terjamah secara signifikan, pada tahun 2022 digelontorkan perbaikan senilai Rp9 miliar.
“Dari hasil kunjungan kerja ke Nagari Galugua baru-baru ini, bersama dengan Gubernur Sumatera Barat, bakal dilalokasikan dana sebesar Rp15 miliar pada 2023. Ditambah bersumber dari dana kabupaten sebesar Rp2 miliar untuk Jorong Tanjung Jajaran, masih di Galugua,” kata Safaruddin. 207












