Bupati Komit Tingkatkan Sekolah Penggerak

Limapuluh Kota – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota berkomitmen dalam peningkatan jumlah sekolah penggerak di Limapuluh Kota. Hal ini tentunya guna menyukseskan kurikulum merdeka belajar dan merdeka mengajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tidak hanya sampai disitu, dengan peningkatan jumlah sekolah penggerak akan menciptakan lebih banyak generasi muda Limapuluh Kota yang madani, beradat dan berbudaya yang sesuai dengan keinginan daerah.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, menyampaikan hal itu, Kamis (11/8), usai melakukan audiensi dengan tim Balai Guru Penggerak (BGP) Wilayah Sumbar Kemdikbudristek, Provinsi Sumbar yang dipimpin Sri Yulianti, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Limapuluh Kota.

Menurut bupati, dirinya akan terus mendorong para guru penggerak di Limapuluh Kota untuk berinovasi dan bersemangat dalam menularkan ilmunya kepada guru lain. Sehingga dapat menjadikan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai yang terdepan dalam program sekolah penggerak di Sumatera Barat. “Diperlukan peningkatan kompetensi guru untuk menguasai platform digital, guna mendukung terciptanya profil pelajar Pancasila. Kita juga mengajak para guru untuk meanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia, guna meningkatkan kompetensi diri demi memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak di Limapuluh Kota,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Sumbar Sri Yulianti, dalam paparannya, menjelaskan, bahwa beberapa hari terakhir telah mendatangi beberapa sekolah penggerak di Limapuluh Kota. Hal itu dilakukan dalam rangka monitoring pelaksanaan sekolah penggerak di Limapuluh Kota serta implementasi kurikulum merdeka di Sekolah. “Harapannya kedepan, program yang dicanangkan Kemendikbudristek ini dapat berjalan lancar. Sehingga akan menggiring dan mengawal kurikulum sekolah merdeka ke arah lebih baik,” ucapnya.

Baca Juga  Bocah 7 Tahun Diseruduk Babi di Pilubang

Dikatakan, audiensi dengan pemerintah daerah ini tentu akan memperkuat sinergi dan dukungan kepada sekolah yang mengimplementasikan kurikulum merdeka secara mandiri. “Tidak hanya sampai disitu, kita turut mengajak guru penggerak dapat menjadi teladan bagi pengajar lainnya. Serta dapat memanfaatkan platform merdeka mengajar dan komunitas belajar untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka,” katanya. 207