Dua Minibus Terjun ke Halaman Rumah Warga Batipuah

Mobil terjun ke halaman rumah warga. (medsos)

BATUSANGKAR – Jalan raya yang menghubungkan Kubu Karambie, Kecamatan Batipuah, dengan Batusangkar kembali makan korban. Dua minibus terjun dari jalan raya hingga nyaris menimpa rumah warga.

“Dalam waktu setengah jam, dua unit mobil jatuh di lokasi yang sama di Jorong Subarang Aua Kuniang, Batipuah Ateh. Sudah puluhan kali mobil jatuh di sini. Mudah-mudahan menjadi perhatian pihak terkait,” tulis Yonnarlis Katik Bandaro, seorang warga Batipuah, pada platform media sosial Grup WhatsApp Palanta Luhak Nan Tuo, Minggu (24/7).

Mencermati foto yang diposting, terlihat dua unit mobil tergeletak di halaman rumah masyarakat. Mobil berwarna putih terbalik, sedangkan yang berwarna hitam terlihat rebah kuda. Belum diperoleh informasi apakah ada korban jiwa pada kejadian itu. Jalan raya berada pada ketinggian sekitar lima meter dari rumah warga yang nyaris tertimpa kedua kendaraan yang mengalami musibah itu.

Baca Juga  Fadly Amran Minta Tegakkan Perda AKB dengan Tegas

Ruas jalan raya sepanjang lebih kurang lima kilometer, sejak dari Mapolsek Batipuah hingga batas Nagari Sabu, memang rawan kecelakaan lalu lintas. Daerah itu biasa dikenal dengan sebutan Kawasan Kelok Sikumbang. Sudah tak terbilang lagi jumlah kendaraan yang terperosok dan terjun ke jurang di kawasan tersebut, namun belum ada penjelasan metafisis dan ilmiah, terkait penyebab rawannya kecelakaan di situ.

Kawasan Kelok Sikumbang memang selalu menjadi kecemasan pengguna jalan provinsi Padang Panjang-Batusangkar itu. Kerapnya terjadi kecelakaan kendaraan bermotor di kawasan Kelok Sikumbang, sudah lama pula menjadi cerita warga setempat.

Masyarakat Batipuah Ateh mengaku amat prihatin dengan realitas itu. Sudah terlalu banyak kendaraan yang mengalami kecelakaan di daerah yang berada dalam wilayah nagari mereka.

Baca Juga  Wamendagri Minta Pemerintah Daerah Cabut Aturan PPKM

“Kawasan Kelok Sikumbang ini sudah banyak makan korban. Sebaiknya pemerintah daerah membangun jalan alternatif. Disamping dapat meminimalisir musibah, jalan alternatif tentu akan membangkitkan perekonomian masyarakat,” kata pemuka masyarakat Batipuah Ateh A. Dt. Sinaro Alam Nan Putiah, sebagaimana diberitakan Singgalang beberapa waktu lalu.

Sebenarnya, kata dia, masyarakat sudah merintis jalan alternatif itu dengan membangun jembatan penghubung Jorong Balai Mata Air dengan Balai Gamba pada 2015 lalu. Kini, terangnya, tinggal lagi pengerjaan jalan sekitar 800 meter. Bila jalan alternatif ini dituntaskan pemerintah daerah, dia optimis, angka kecelakaan di Kelok Sikumbang bisa diminimalisir. (Mus)