4200 Dosis Vaksin PMK Siap Disuntikkan untuk Sapi Sumbar

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tri Melasari, menyerahkan dosis vaksin PMK kepada Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, didampingi Kadisnak Sumbar, Erinaldi. (Ist)

“Nanti masing-masing kabupaten kota yang akan menjemput vaksin itu. Lalu dibawa ke daerahnya. Setelah itu pemilik peternakan datang ke dinas peternakan, meminta petugas datang untuk memvaksin ternaknya,” terang Erinaldi.

Lebih jauh dijelaskannya, Vaksin akan diberikan pada UPT ternak provinsi, pusat dan daerah sebagai aset pemerintah. Setelah itu untuk sapi perah yang dikelola secara intensif oleh masyarakat.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tri Melasari, pendistribusian 4.200 vaksin PMK di Sumbar adalah vaksin pertama.

“Kami beri target, 2 Juli besok 4200 dosis itu sudah disuntikkan pada sapi di Sumbar,” ujarnya.

Dikatakannya, vaksin PMK yang sampai di Padang Kamis (23/6) merupakan tahap pertama untuk pengendalian PMK di Sumbar dan nanti akan didistribusikan kembali sesuai dengan kebutuhan operasional dari provinsi.

“Provinsi yang paling banyak mendapatkan distribusi vaksin itu Jawa Timur dengan jumlah vaksin 230 ribu dosis. Sedangkan stok vaksin yang tersedia secara nasional 800 ribu dosis. Vaksin tersebut sebelum disuntikkan wajib disimpan pada suhu dengan rentang 2 sampai 8 derajat dan dalam waktu 6 jam harus habis sesuai dengan SOP yang ada,” sebutnya.

Pada kesempatan itu Tri, Melasari juga menghimbau pemerintah dalam pelaksanaan pengendalian PMK lebih meningkatkan KIE. Baik untuk peternak dan juga kepada masyarakat, sebab temuan di lapangan masih banyak masyarakat awam berfikir PMK menular ke manusia, padahal hanya menular antar sesama hewan saja.

“Sumbar merupakan daerah penghasul rendang. Jadi jangan sampai memunculkan stigma masyarakat takut makan rendang karena PMK. Padahal PMK menular antar sesama hewan saja,” urainya. (107/104)