Agam  

Sapi Langka, Raudhah Farm Usahakan Penuhi Kebutuhan Korban

LUBUK BASUNG.

Walau ternak sapi di Agam di intai oleh wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sehingga persedian sapi dari luar daerah ditutup  namun usaha peternakan sapi Raudah Farm di Bawan, kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam berusaha memenuhi permintaan pelanggan.

Manajer Raudhah Farm Firdaus S Si, hari ini Minggu (4/6) mengatakan,  pihaknya telah membuka tabungan sapi sejak tahun 2020 lalu. “Dengan usaha itu,  kami berusaha memenuhi permintaan pelanggan untuk kepentingan korban Idul Adha”  kata Firdaus.

Lebih lanjut Firdaus menjelaskan,  jumlah permintaan masih di atas 100 ekor dan diperkirakan ada peningkatan dari tahun sebelumnya, mengingatkan banyaknya sapi di luar tidak bisa masuk ke Sumbar seperti tahun sebelumnya. “Karena wabah PMK,  sapi luar kan tidak masuk ke daerah kita” ujarnya.

Baca Juga  Perkuat Ketahanan Pangan, Wali Nagari Panampuang Mantapkan Program Kelompok Tani

Alhamdulilah kita sudah membuka usaha  untuk memenuhi sapi qurban, yaitu sudah sejak 2020 dengan dibukanya program tabungan sapi, sehingga bisa memutus mata rantai kekurangan sapi,  kata  Firdaus.

Firdaus menjelaskan lagi,  dengan adanya wabah PMK menjadi kekhawatiran baik untuk kesehatan ternak, juga perizinan untuk akses sapi.  Kendala kedua karena tingginya harga sapi, dengan hanya memanfaatkan sapi lokal, otomatis membuat harga melambung tinggi, apalagi harga daging segar saja sekarang sudah 150rb/kg.
“Harga daging segar di pasar rakyat sekarang sudah Rp. 150 ribu perkilogram” kata Firdaus

Baca Juga  Pasar Pakan Kamis dan Pasa Pabukoan Ditutup

Dengan naiknya harga sapi, tentunya harga qurban harusnya lebih tinggi lagi. Panitia korban masjid Badriyah Abdul Azis Lansano,  Yohanes Dt mengatakan di Lansano harga paket korban senilai satu ekor kambing Rp. 2.700.000. ” Kami patok dengan harga Rp. 2,7 juta ditambah sumbangan untuk biaya operasional korban Rp.100 ribu,  maka masing peserta setor Rp  2, 8 juta”  kata Yohanes Dt.  (M.Khudri)