Yuke Wartawati Singgalang Juara Lomba Karya Tulis Disabilitas Lembaga Pers Dr Soetomo

  • Bagikan

JAKARTA – Wartawati Harian Singgalang, Yuke juara tiga lomba karya tulis disabilitas dan media massa bertajuk ‘Menggali Potensi Mengukir Karya’ yang digelar Lembaga Pers Dr Soetomo untuk kategori wartawan atau jurnalis.

Dalam ajang tersebut, Yuke dengan nama lengkap Yunisma tersebut mendaftarkan tulisan berjudul ‘Silvia Kebaikan untuk Kita Bersama’,yang terbit di Topsatu.com, member Harian Singgalang pada Mei 2021.

Dalam tulisannya Yuke bercerita tentang sosok Silvia Piobang, penyandang disabilitas yang terus berbagi dengan sesama, terkhusus untuk kaumnya disabilitas.

“Uni Silvia Piobang adalah sosok disabilitas yang terus berbagi dengan kemampuan yang dia punya. Beberapa bulan pandemi dia menggelar pelatihan merajut gratis untuk kaumnya. Tujuan pelatihan itu untuk memberikan ilmu kepada para perempuan yang juga disabilitas,” terang Yuke.

Alhasil, perempuan disabilitas yang ikut pelatihan itu pun menghasilkan pendapatan dari rajutan yang mereka buat. Ada juga yang hanya menggunakan rajutan untuk keperluan pribadi, hingga mereka tidak harus mengeluarkan uang untuk sebuah produk. Misalnya, masker rajutan atau tas mungil untuk menyimpan handsanitizer.

Tulisan Yuke juga menceritakan bagaimana Silvia bangkit dari keterpurukan akibat kecelakaan yang dia alami hingga dia menjadi seorang penyandang disabilitas.

Lomba karya tulis itu digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke 33 Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS). Hadiah senilai total Rp 33 juta diberikan kepada sembilan pemenang Lomba Karya Tulis tersebut.

Lomba ini diikuti oleh tiga kategori peserta, yakni wartawan, disabilitas, dan umum. Sebelum lomba, LPDS menyelenggarakan pelatihan menulis tentang disabilitas secara gratis.

Pada kategori jurnalis, Wartawan Koran Tempo, Praga Utama meraih juara I, dengan judul tulisan ‘Mereka Berdaya di Tengah Keterbatasan’ yang terbit pada 2 Mei 2021. Juara kedua diisi oleh jurnalis Harian Pontianak Post Hariyanto Sagiya dengan tulisan berjudul ‘Bahagia Membuat Orang Lain Bahagia’. Adapun posisi ketiga diraih oleh jurnalis Harian Singgalang Yunisma, yang sehari-hari lebih dikenal dengan sapaan Yuke, dengan tulisan berjudul ‘Silvia, Kebaikan untuk Kita Bersama’.

LPDS menjelaskan bahwa tema disabilitas dipilih mengingat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 30,38 juta jiwa atau 14,2 persen dari penduduk.

“Jika selama ini penyandang disabilitas belum banyak mendapat perhatian, kini saatnya media massa mengangkat dan memberdayakan mereka melalui tulisan-tulisan yang penuh simpati dan empati, serta menginspirasi,” dinukil dari siaran pers LPDS.

Peluncuran Buku

Sementara, selain mengumumkan pemenang lomba, via zoom metting yang digelar Jumat (24/7), LPDS juga meluncurkan empat buku jurnalistik yang berisi karya para pengajar dan alumni. Keempat buku tersebut berjudul: LPDS 33 Tahun Mengabdi, Bunga Rampai Peradaban Kewartawanan; Saya Wartawan Kompeten, Petunjuk Praktis UKW Berwawasan Kebaruan; dan Bukan Demagog: Pers Merawat Kepercayan Publik, serta Rumah Kami LPDS, Cerita Alumni tentang Lembaga Pers Dr. Soetomo.

Diharapkan buku-buku yang mengupas masalah jurnalistik kekinian ini menjadi bacaan berharga bagi para jurnalis yang ingin meningkatkan kompetensinya dan khalayak yang berminat pada bidang jurnalistik. Sebagai Pusat Pelatihan dan Pengembangan Jurnalisme Profesional, LPDS senantiasa berusaha untuk meningkatkan kompetensi jurnalis melalui pelatihan-pelatihan dan penerbitan buku. Selama masa pandemi LPDS menyelenggarakan kelas virtual dengan berbagai topik yang berkaitan dengan jurnalistik dan isu-isu kekinian.

Pengumuman lomba dan peluncuran buku itu dihadiri Menteri Sosial, Tri Rismaharini, yang diwakili salah seorang dirjen. Ketua Dewan Pers, Mohammad NUH tampil pula sebagai pembicara dengan makalah berjudul Tanggungjawab Media dalam Pemberitaan Disabilitas.

Tiga disabilitas berprestasi, akan menjadi narasumber tamu. Mereka membahas topik-topik menarik seputar kewirausahaan, paralympic, dan dunia jurnalistik. Mereka adalah Senny Marbun (Ketua Umum Paralympic Committee of Indonesia), Nicky Clara (Pendiri berdayabareng.com) dan Cheta Nilawati, wartawan Tempo. Juga Wili Yatno, SME Channel Specialist dari Galeri Indonesia blibli yang berpengalaman menangani disabilitas untuk berwirausaha. (Rahmat)

  • Bagikan