PADANG — Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengapresiasi langkah UPZ BAZNAS Semen Padang dalam menyalurkan dana zakat untuk membantu Rahma Hatta mendapatkan kaki palsu.
Menurut Win, bantuan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi penerima. Tidak hanya membantu dari sisi kesehatan, tetapi juga membuka kembali kesempatan untuk menjalani aktivitas secara mandiri.
Rahma merupakan warga Kampung Dalam, Kelurahan Binuang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang kehilangan kaki kiri akibat kecelakaan pada 2017. Selama bertahun-tahun, ia menggunakan tongkat untuk membantu mobilitas sehari-hari.
Setelah mendapatkan bantuan kaki palsu melalui program kesehatan dan biaya kemanusiaan UPZ BAZNAS Semen Padang, kondisi Rahma mulai berubah. Ia kini dapat berjalan lebih baik dan kembali menjalankan sejumlah aktivitas yang sebelumnya terbatas.
Bahkan, Rahma telah mampu mengendarai sepeda motor dan kembali berjualan ayam. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi upayanya membantu menopang perekonomian keluarga.
“Kami mengapresiasi UPZ BAZNAS Semen Padang yang terus menghadirkan manfaat nyata melalui penyaluran dana zakat. Bantuan seperti ini memiliki nilai kemanusiaan yang sangat kuat karena memberikan kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali beraktivitas dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujar Win.
Win menilai bantuan kepada Rahma memperlihatkan bahwa zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Ketika bantuan diberikan sesuai kebutuhan, manfaatnya dapat berkembang menjadi dukungan bagi penerima untuk kembali produktif.
Ia menambahkan, semangat kepedulian tersebut merupakan bagian dari nilai yang terus dibangun PT Semen Padang dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Keberadaan UPZ BAZNAS Semen Padang diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi perusahaan bagi masyarakat.
Bagi PT Semen Padang, kebermanfaatan program tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang dirasakan penerima. Kembalinya Rahma berjalan, mengendarai sepeda motor, dan berjualan menjadi gambaran nyata dari dampak tersebut.
Kisah Rahma juga menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan dapat menjadi titik awal perubahan. Dari sebelumnya bergantung pada tongkat, kini ia memiliki kesempatan lebih besar untuk bergerak, bekerja, dan menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri.
Melalui program UPZ BAZNAS Semen Padang, Win berharap semangat kepedulian dan kebermanfaatan zakat terus berkembang. Dengan penyaluran yang tepat sasaran, dana zakat diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat yang membutuhkan. (*)












