WHRPG Jadi Bukti Inovasi Energi Semen Padang, DEN Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Industri

PADANG — Pemanfaatan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Indarung V PT Semen Padang menjadi salah satu contoh penerapan inovasi energi di sektor industri. Teknologi tersebut memungkinkan panas buang dari proses produksi dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan listrik.

Penerapan teknologi itu ditinjau langsung oleh Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia dalam kunjungan ke PT Semen Padang, Kamis (27/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat penerapan efisiensi energi sekaligus mendorong teknologi yang mendukung ketahanan energi nasional.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyampaikan bahwa kunjungan DEN menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah. Menurutnya, diskusi mengenai efisiensi energi dapat membuka peluang pengembangan dan optimalisasi teknologi di lingkungan industri.

Dalam kunjungan tersebut, manajemen PT Semen Padang memaparkan implementasi serta manfaat WHRPG dalam mendukung kebutuhan energi listrik Pabrik Indarung V. Pemaparan itu juga menjelaskan bagaimana panas buang dari proses produksi dapat dikonversi menjadi energi yang kembali digunakan untuk operasional.

Baca Juga  Adrian : Kewenangan Relatif KI Sumbar Tidak Terpenuhi

WHRPG memanfaatkan panas yang berasal dari dua sisi proses produksi, yakni suspension preheater dan clinker cooler. Panas buang tersebut tidak dibiarkan terlepas begitu saja, tetapi dimanfaatkan melalui sistem pembangkitan listrik sehingga menghasilkan nilai tambah bagi kegiatan produksi.

Teknologi WHRPG di PT Semen Padang merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Jepang melalui New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang sejak 2011. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi efisiensi energi pada sektor industri.

Dari sisi pemanfaatan, WHRPG mampu menghasilkan sekitar 5 hingga 6 MW listrik dari kebutuhan total Pabrik Indarung V yang mencapai sekitar 34,8 MW. Kontribusi tersebut setara dengan sekitar 14,4 persen hingga 17,2 persen kebutuhan listrik pabrik.

Kapasitas WHRPG bahkan dapat mencapai 8,5 MW apabila sistem beroperasi secara penuh. Dalam kondisi tersebut, kontribusi terhadap kebutuhan listrik Pabrik Indarung V dapat mencapai sekitar 24,4 persen.

Baca Juga  Door, Begal di Padang Ditangkap Polisi

Kunjungan DEN juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dalam mengembangkan teknologi energi. Pemanfaatan WHRPG menunjukkan bahwa inovasi di sektor industri dapat diarahkan tidak hanya untuk mendukung operasional perusahaan, tetapi juga mengoptimalkan sumber daya energi.

Bagi PT Semen Padang, optimalisasi teknologi energi menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Melalui pemanfaatan WHRPG, panas buang yang sebelumnya berpotensi terbuang dapat diubah menjadi sumber energi produktif, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap agenda efisiensi dan ketahanan energi nasional.

Ketiga berita ini sudah dibuat dengan angle yang tidak tumpang tindih: berita pertama kuat pada kinerja dan efisiensi PT Semen Padang, berita kedua pada pandangan DEN dan ketahanan energi nasional, sedangkan berita ketiga pada inovasi WHRPG dan kolaborasi pemerintah-industri. (*)