Webinar Literasi Digital 2021 di Kota Bukittinggi

JAKARTA – Baru-baru ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki talenta digital.

Arahan itu disampaikan saat membuka kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang digagas Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika.

Dalam webinar di Kota Bukittinggi pada Jumat, 17 September 2021 pukul 09.00 WIB disampaikan bahwa 4 kerangka digital yaitu Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Etika Digital dan Budaya Digital.

Hadir juga Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P sebagai Keynote Speaker dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tema Webinar adalah “Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital” oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session di akhir webinar.

Dunia digital identik dengan beragam aktifitas baik yang positif maupun negatif, yang salah satunya tentang pelecehan seksual, dan hoax yang cukup berkaitan.

Irhamillah Idham, S.Ikom Animator dan Starup Founder menjelaskan tentang hoax yang banyak beredar di dunia maya.

Baca Juga  Biaya Haji 2021 Diprediksi Rp44,39 Juta

Tujuan hoax antara lain Politik, Perpecahan, Pelecehan dan Ekonomi.

“Kita harus bijak dan memahami judul yang provokatif, perhatikan situsnya, periksa keaslian foto dan video apakah editan,” katanya

Lebih lanjut ia mengatakan, jenis hoax antara lain Fakenews, Click Bait, Satire, Propaganda dan sebagainya.

Rina Agustina, S.Pd Guru SMK ICB Wisat Bandung juga hadir membahas tentang Rekam Jejak kita di ranah pendidikan.

“Jangan sampai meninggalkan jejak negatif karena selain mencerminkan jati diri juga rentan akan kejahatan dengan mengambil data kita,” ungkapnya.

Siswa saat mencari informasi di situs tertentu, berkomunikasi dengan guru. Saat proses pembelajaran, semua akan terekam dan meninggalkan jejak. Peran orang tua, guru dan siswa sama sama bertanggung jawab untuk membuat komunitas daring yang aman dan kondusif.

Bayu Ramadhani memberikan pemaparan Fenomena Digital saat ini dimana adanya banyak perubahan dalam pendidikan d industri 4.0 antara lain dari ruang kelas ke daring (zoom, google clasroom), tes mandiri  menjadi kolaburasi, dengan menggunakan ajaran multimedia (audio, teks dan video).

Baca Juga  Ini Sosok PNS Terkaya di Indonesia, Hartanya Mencapai Triliunan Rupiah

Microlearning adalah fenomena distraksi notifikasi sosial media, game online atau hal lain di luar konteks pembelajaran, digunakan sebagai strategi dalam merancang konten belajar menjadi segmen segmen kecil dan terfokus, contohnya microvideo, podcast dan infografis. Cara cerdas memanfaatkan internet agar lebih produktif dijelaskan oleh Agustin Rahmawati, S.Psi, M.Si Dosen Fakultas Psikologi UNMER Malang bahwa dengan membuat konten yang menarik, edukatif dan inspiratif serta tidak plagiat akan menghasilka uang.

Promosikan bisnis, menjalin relasi, mencari refrensi belanja online dan mengabadikan momen berharga adalah contoh untuk menjadi produktif dan menghasilkan pendapatan.

Webinar diakhiri oleh Lailatul Himni sorang influencer, enterpreuner dan education specialist yang menjadi Key Opinion Leader, menekankan kita dan masyarakat khususnya para orang tua untuk dapat mencegah dan melindungi anak dari kejahatan seksual serta belajar untuk lebih poduktif dalam memanfaatkan media sosial sehingga menjadi ruang pendapatan.(rilis)