Payakumbuh – Walikota Payakumbuh Rida Ananda, hadir langsung dalam Musawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Payakumbuh Selatan. Dalam Musrenbang yang digelar di kantor camat setempat, Rabu (1/2) itu, walikota menyampaikan beberapa hal penting.
Musrenbang itu juga dihadiri anggota DPRD YB. Dt. Parmato Alam, Kepala Bappeda Yasrizal, Kadishub Devitra, Kadis PUPR Muslim, Kadis Pertanian Depi Sastra, Kadis P3AP2KB AH. Agustion, Camat Payakumbuh Selatan Agus Rubiono, lurah, fasilitator kelurahan, Ketua KAN dan undangan.
Wako Rida Ananda pada kesempatan itu, menyampaikan, untuk tahun 2024, anggaran daerah Kota Payakumbuh akan terserap banyak untuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah. Sehingga kemungkinan usulan tahun ini yang akan terakomodir pada tahun 2024 tidak banyak.
“Meski demikian kondisinya, kami mengapresiasi masyarakat yang terus berpartisipasi dalam pelaksanaan Musrenbang, bagaimana peran serta masyarakat berusaha mengusulkan agar Payakumbuh menjadi lebih baik dengan melahirkan prioritas di daerah sangat kami apresiasi,” ujarnya.
Ditambahkan, karena anggaran Pemda tidak banyak, dirinya berharap usulan yang dibahas dari tingkat kelurahan hingga tingkat kota yang bisa terakomodir memang yang betul-betul urgent atau mendesak. “Kita saat ini fokus mengentaskan stunting dan ekonomi ekstrem, serta mengendalikan inflasi di daerah. Kami mendapat tugas khusus dari Presiden RI agar tiga problem ini dapat terselesaikan dengan baik dan optimal,” tambahnya.
Menurutnya, dari aspek perekonomian setelah pandemi Covid-19 yang sejak awal Januari 2023 sudah menjadi endemi di Indonesia, Kota Payakumbuh telah memperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik. Dengan capaian pertumbuhan ekonomi 3,58 persen pada tahun 2021. Sementara tahun 2022 target 5,00 persen dalam RPJMD Kota Payakumbuh Tahun 2017-2022 dan dalam RKPD Kota Payakumbuh Tahun 2022.
“Angka ini mengharapkan kondisi perekonomian di Kota Payakumbuh dapat bergerak cepat, yang perlu didukung dengan jaminan usaha dan iklim usaha yang kondusif. Agar hasil pembangunan tersebut dapat berkelanjutan dan bertahan lama, kiranya diperlukan pastisipasi aktif masyarakat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana dan sarana yang telah dibangun,” pungkasnya. 207












