PAINAN – Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sumatera Barat dengan tema “Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba di Wilayah Sumatera Barat”, yang digelar di Auditorium Gubernuran, Padang, Selasa (6/5).
Kegiatan ini dibuka Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dan dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Sumbar, instansi vertikal wilayah Sumbar, BNNP Sumbar, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumbar, para bupati dan wali kota se-Sumbar, serta sejumlah kapolres seperti Kapolresta Padang, Kapolresta Bukittinggi, Kapolres Pasaman, Kapolres Lima Puluh Kota, dan Kapolres Dharmasraya.
Dalam sambutannya, Mahyeldi mengajak seluruh pihak untuk mengoptimalkan kearifan lokal sebagai benteng sosial dalam menekan laju peredaran narkoba di Sumatera Barat. Salah satu program yang tengah dikembangkan oleh Pemprov Sumbar ke arah itu adalah Nagari Hub.
“Peredaran narkoba saat ini sudah menyasar semua kalangan, termasuk anak-anak. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak cukup hanya represif, namun juga harus preventif dan berbasis sosial budaya,” ujar Mahyeldi.
Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran nagari sebagai garda terdepan dalam pembangunan kesadaran kolektif untuk memerangi narkoba.
“Program Nagari Hub mengintegrasikan pencegahan narkoba dengan potensi lokal, memanfaatkan kekuatan budaya dan sosial yang dimiliki nagari sebagai pemerintahan terdepan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA mengungkapkan, hingga April 2025 tercatat 388 kasus penyalahgunaan narkotika di Sumbar dengan 499 orang terduga pelaku, terdiri dari 479 laki-laki dan 20 perempuan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Kapolda menegaskan bahwa pemberantasan narkoba akan dilakukan tanpa kompromi, terutama karena peredarannya kini semakin masif, khususnya di wilayah perbatasan.
“Kami tidak main-main. Saat ini, ada 523 titik rawan peredaran narkoba yang sudah kami petakan dan terus kami pantau,” tegasnya.
Dalam FGD ini, sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov dan kabupaten/kota se-Sumbar, serta ketua lembaga keagamaan dan adat juga turut memberikan masukan strategis guna memperkuat sinergi dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah Sumatera Barat.(son)












