Padang  

Usai Bekukan Pokdarwis Air Manis Rachmad Wijaya Desak Wako Fadly Turun Langsung Awasi Wisata Pantai!

Ketua Komisi II DPRD Padang Rachmad Wijaya

PADANG – Setelah Wali Kota Padang Fadly Amran membekukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Air Manis akibat dugaan pungutan liar (pungli), Ketua Komisi II DPRD Padang Rachmad Wijaya menyambut baik langkah tegas tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa gebrakan awal ini harus diikuti dengan pengawasan ketat dan sistematis demi menyelamatkan citra pariwisata Kota Padang yang terus tercoreng.

“Langkah Wako Fadly sudah tepat sebagai tindakan awal. Tapi tidak boleh berhenti sampai di situ saja. Kejadian serupa sudah terlalu sering terjadi, dan itu menjadi bukti lemahnya kontrol di lapangan,” ujar Rachmad, kemarin.

Politisi Gerindra itu menegaskan bahwa selama sistem pengawasan dan koordinasi lintas OPD belum berjalan optimal, kawasan wisata Pantai Padang akan terus menjadi sorotan negatif. Ia pun meminta agar pembenahan kawasan tidak bersifat reaktif, melainkan preventif dan berkelanjutan.

Menurut Rachmad, Pemko Padang harus melibatkan Dinas Pariwisata, Satpol PP, dan Polresta Padang untuk mengawal setiap titik wisata, terutama di kawasan-kawasan yang rawan pungli seperti Pantai Air Manis dan Batu Malin Kundang.

Baca Juga  Pascabanjir, Intake Palukahan Ditargetkan Berfungsi Pekan Ini

“Pariwisata Padang butuh sistem pengawasan yang profesional, bukan sekadar reaksi saat sudah viral. Harus ada kontrol yang dilakukan setiap hari,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar Wali Kota Padang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi di lokasi wisata. Rachmad menyebut contoh pemimpin yang terjun langsung akan membangkitkan kedisiplinan hingga ke lini terbawah aparatur.

“Bentuk saja tim khusus pengawas pariwisata. Biarkan tim ini mengevaluasi dan bertindak cepat jika ada keluhan wisatawan,” kata legislator dari Dapil Padang 5 itu.

Lebih jauh, Rachmad menyebut bahwa insiden seperti pungli bukan hanya merugikan wisatawan secara ekonomi, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap Kota Padang sebagai tujuan wisata.

Menurutnya, hal ini berdampak jangka panjang terhadap kunjungan dan investasi pariwisata.

Baca Juga  DPRD Padang Hearing Kasus Desi Erianti, Kadinkes Akui Kurangnya Sense of Emergency di IGD RSUD Rasidin

“Setiap kejadian pungli yang viral bisa membuat ribuan wisatawan berpikir ulang untuk datang. Kita tak ingin potensi besar pariwisata Padang hancur hanya karena ulah segelintir oknum,” ucapnya.

Sebelumnya, akun resmi Dinas Pariwisata Kota Padang mengumumkan pembekuan Pokdarwis Air Manis secara resmi, dengan larangan segala aktivitas tanpa batas waktu tertentu.

Langkah ini diambil setelah viralnya video pemalakan terhadap wisatawan lokal dan asing di kawasan Batu Malin Kundang, yang memicu kemarahan publik.

“Pengumuman..!. Pokdarwis Air Manis Banned dari segala aktivitas dan dalam batas waktu yang tidak ditentukan. Stop Pungli,” tulis Dispar Padang melalui media sosialnya.

Melalui langkah dan desakan ini, diharapkan Wali Kota Fadly Amran segera menyusun strategi jangka panjang demi mengembalikan kepercayaan wisatawan dan menjaga kredibilitas sektor pariwisata Kota Padang sebagai destinasi unggulan di Sumatera Barat. (*)