PADANG – Setelah berjalan sejak akhir 2023, UPZ Baznas Semen Padang resmi menuntaskan Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa yang dilaksanakan di Padayo Goat Farm, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Program pemberdayaan ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga mustahik melalui pengembangan usaha peternakan kambing etawa perah.
Penutupan program tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Verdy Radinal Gusman, pada Senin (13/7/2026). Kegiatan itu juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dan evaluasi yang menghadirkan akademisi dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, serta Dinas Pertanian Kota Padang.
Verdy Radinal Gusman mengatakan, program yang mengusung tema “Merawat Berkah, Peternak Kolektif Berdedikasi, Hasil Melimpah Tiada Henti” merupakan bagian dari upaya UPZ Baznas Semen Padang dalam mengembangkan pola pemberdayaan zakat produktif. Program ini dimulai pada akhir 2023 dengan tujuan mendorong para penerima zakat agar memiliki sumber penghasilan baru sekaligus meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Pada pertengahan 2024, UPZ Baznas Semen Padang menyerahkan sebanyak 92 ekor kambing etawa kepada lima keluarga penerima manfaat di Kampung Padayo. Bantuan tersebut terdiri atas 46 ekor kambing jantan dan 46 ekor kambing betina. Setelah penyerahan bantuan, para penerima manfaat juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik budi daya kambing etawa perah yang baik.
Pelatihan dan pendampingan tersebut melibatkan akademisi dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas. “Materi pelatihan meliputi pemilihan bibit, pengelolaan pakan, pemeliharaan kesehatan ternak, pengaturan reproduksi, kebersihan kandang, pengolahan susu, hingga pengelolaan usaha,” ujarnya.
Dipilihnya Padayo sebagai lokasi pengembangan program karena selain berada di lingkungan sekitar PT Semen Padang, kawasan tersebut juga merupakan salah satu sentra peternakan kambing terbesar di Sumatera Barat, yakni Padayo Goat Farm. “Keberadaan sentra peternakan ini menjadi modal penting dalam pengembangan program,” katanya.
Verdy mengatakan, meskipun tahapan program secara resmi telah berakhir, proses pemberdayaan para penerima manfaat diharapkan terus berlanjut. Ia berharap instansi terkait tetap memberikan pembinaan dan pendampingan agar usaha peternakan kambing etawa perah yang dijalankan para penerima manfaat dapat berkembang secara berkelanjutan.
Menurutnya, dukungan lanjutan sangat dibutuhkan, terutama pada aspek teknis peternakan, kesehatan hewan, manajemen usaha, pengolahan produk, hingga pemasaran.
“Kami berharap Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pertanian Kota Padang, akademisi, serta seluruh pihak terkait terus memberikan dukungan kepada para penerima manfaat,” katanya.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, Verdy optimistis usaha peternakan kambing etawa perah tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi para mustahik. Selain membuka peluang usaha, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
“Harapan kami, para penerima manfaat yang saat ini masih berstatus mustahik dapat semakin mandiri secara ekonomi. Pada masa mendatang, kami ingin mereka tidak lagi menjadi penerima zakat, tetapi justru mampu menjadi muzaki atau pemberi zakat,” ujarnya. (*)












